Soroti Suara Rakyat Terbuang Imbas PT, Partai Demokrat Usulkan Konsep Dapil Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Felldy Utama , Jurnalis-Minggu, 20 September 2026 |20:26 WIB

Soroti Suara Rakyat Terbuang Imbas PT, Partai Demokrat Usulkan Konsep Dapil Nasional

Waketum DPP Partai Demokrat Dede Yusuf.

JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf, menegaskan bahwa partainya lebih memfokuskan perhatian pada potensi hilangnya jutaan bunyi rakyat nan tidak terkonversi menjadi bangku parlemen, daripada mempersoalkan besaran nomor periode pemisah parlemen alias parliamentary threshold (PT).

"Kalau Demokrat sedang mengkaji, bukan soal persennya. Tapi soal berapa banyak bunyi rakyat nan kelak gosong jika konsepnya hanya PT persen," kata Dede kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).

Dede menyinggung Pada Pemilu 2024 lalu, dengan patokan PT 4 persen, tercatat ada sekitar 17 juta bunyi rakyat nan hangus. Bahkan, pada Pemilu 2009 saat periode pemisah berada di nomor 2,5 persen, jumlah bunyi nan terbuang jauh lebih besar, mencapai 19 juta suara.

Atas dasar kekhawatiran tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR itu menyatakan bahwa Partai Demokrat sejak awal telah mengusulkan konsep alternatif.

"Itu sebabnya Demokrat sejak awal sudah mengusulkan konsep 'Dapil Nasional (national pool)," ujarnya.

Melalui skema ini, sisa bunyi rakyat dari partai-partai politik nan telah lolos threshold nantinya bakal dikumpulkan dan dikonversi ke dalam dapil nasional. Dengan demikian, tidak ada lagi bunyi pemilih nan terbuang sia-sia.

"Sisa bunyi rakyat dari partai partai nan lolos Threshold kelak bakal dikonversi menjadi dapil nasional. Sehingga tidak ada bunyi rakyat nan terbuang. Dulu pernah dilakukan model Stembus Accord," pungkasnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com