Bandung, CNN Indonesia --
Polisi sukses menangkap dua orang nan melakukan penganiayaan terhadap Dadang (57) penduduk Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga tewas saat pesta pernikahan anaknya.
Kedua pelaku adalah YI (36), penduduk Purwakarta dan K (35). Yi diketahui melakukan penganiayaan terhadap korban Dadang, sementara K diketahui melakukan penganiayaan terhadap penduduk nan ada pesta pernikahan tersebut.
"Keduanya diamankan di tempat dan waktu nan berbeda," ujar Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, saat menggelar konvensi pers di Polres Purwakarta, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku YI polisi mengungkap bahwa pelaku merasa sakit hati dan tersinggung terhadap korban lantaran permintaan pelaku tidak dipenuhi.
"Pelaku ini meminta duit 500 ribu (ke family korban)," kata dia.
Korban pun menegur pelaku. Merasa tak terima atas teguran korban, pelaku pun menyerang korban menggunakan potongan bambu serta tangan kosong.
"Pelaku datang ke letak kejadian, sudah dalam kondisi mabuk," katanya.
Polisi amankan beberapa peralatan bukti usai menangkap pelaku di antaranya satu bilah potongan bambu ukuran 33 cm, delapan botol plastik minuman merek Arak Bali, lima botol kaca minuman merek Anggur Orang Tua, satu botol kaca minuman merek Angker, satu botol kaleng minuman merek Bintang, lima botol kaca minuman merek Kratindaeng, dua botol plastik minuman dan Coca Cola.
Kepada kedua pelaku, polisi menerapkan Pasal 466 Ayat (1) Jo Pasal 466 Ayat (3) KUHPidana dengan ancaman pidana balasan 7 tahun penjara.
Sebelumnya, Dadang (57) tewas di tengah pesta pernikahan anaknya usai dipukuli sejumlah orang nan diduga mabuk.
Kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/4) kemarin. Pada pukul 14.50 WIB, ketika intermezo organ sedang berjalan ada segerombolan orang nan diduga dalam keadaan mabuk turut menghadiri acara tersebut.
Mereka meminta duit kepada pemain organ dengan argumen untuk membeli tambahan minuman. Oleh penyelenggara organ, ditawarkan duit Rp100.000 tetapi orang tersebut menolak dengan argumen kurang.
Korban Dadang pun menghampiri keributan itu. Ia apalagi sempat bersitegang dengan orang-orang nan membikin kericuhan. Namun keributan pun tak terhindarkan.
Korban dikejar oleh pelaku sampai di depan rumah korban. Di hadapan banyak tamu dan family serta anaknya nan duduk di pelaminan, Dadang diekseskusi dengan sebilah bambu.
Pelaku nan mendapati korban tersungkur dan tak sadarkan diri, mereka langsung melarikan diri. Keluarga nan memandang Dadang terkapar mencoba membawa ke RS Bhakti Husada.
Namun sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal bumi oleh petugas jaga.
(csr/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·