Evakuasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.(Dok Polda Metro Jaya)
POLDA Metro Jaya berbareng Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus mendalami kejadian ledakan nan mengguncang Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Sebanyak 18 unit kamera pengawas (CCTV) beserta perangkat perekam (decoder) resmi disita dari area kejadian untuk mengusut tuntas penyebab peristiwa nahas tersebut.
Penyitaan bukti rekaman tersebut dilakukan abdi negara kepolisian saat melangsungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) susulan pada Kamis (15/10).
"Kurang lebih ada 18 unit CCTV kita amankan dalam proses penyelidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan di Tangerang Selatan, Banten, Kamis.
Langkah ini diambil guna mempermudah interogator menganalisis kronologi serta mengidentifikasi pemicu utama ledakan nan terjadi pada Rabu (14/10) lalu.
"Pengamanan CCTV dilakukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua pada Kamis," ujarnya.
Kamera pemantau nan disita petugas berasal dari beragam titik strategis di sekitar lokasi, termasuk area dalam gedung nan hancur terdampak ledakan.
"Kami juga menyita perangkat perekam alias decoder untuk memeriksa rekaman nan tersimpan," ungkap Imron.
Analisis mendalam terhadap rekaman CCTV diproyeksikan dapat menyibak gambaran situasi di TKP sesaat sebelum ledakan terjadi. Selain itu, langkah ini merupakan bagian dari pembuktian ilmiah untuk memastikan ada alias tidaknya unsur tindak pidana maupun kesengajaan.
"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu perihal nan disengaja alias tidak disengaja," ujarnya.
Meskipun peralatan bukti visual telah dihimpun, kepolisian menegaskan bahwa status penanganan perkara tetap berada dalam tahap penyelidikan intensif dan belum mengumumkan konklusi akhir.
Temuan Komponen Gas Etilen dan Dinamo di TKP
Di sisi lain, proses olah TKP oleh tim forensik mulai membuahkan hasil signifikan mengenai titik pusat ledakan. Petugas mengamankan beberapa material krusial dari reruntuhan bangunan.
Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengatakan selama proses olah tempat kejadian perkara, timnya menemukan sejumlah komponen di letak ledakan, di antaranya tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas serta sebuah dinamo.
"Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen," ujarnya.
Puslabfor saat ini memfokuskan pemeriksaan pada instalasi kelistrikan serta kepantasan dinamo guna mendeteksi potensi korsleting alias keretakan nan bisa memicu percikan api.
"Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan nan ruangan refine itu, refine untuk mematangkan buah pisang," kata Jakaria.
Update Jumlah Korban Ledakan Pasar Cimanggis
Berdasarkan pendataan terbaru pihak kepolisian per Kamis (15/10), total korban akibat ledakan ini tercatat mencapai 13 orang.
Rinciannya, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 11 korban luka-luka lainnya hingga sekarang tetap mendapat penanganan medis secara intensif nan tersebar di tiga rumah sakit rujukan. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·