, JAKARTA, – Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki laporan dugaan penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat korban menghadiri seremoni ulang tahun keluarganya di sebuah restoran di area Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai peristiwa itu. "Saat ini tetap kami dalami untuk memastikan seluruh kebenaran nan terjadi," kata Roby dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, laporan tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Hingga kini, pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan kebenaran dan perangkat bukti mengenai laporan tersebut.
Kronologi Dugaan Penculikan
Sementara itu, Kuasa norma keluarga, Andi Darti mengatakan dugaan peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar. Menurut Andi, berasas keterangan saksi nan diperoleh pihak pelapor, sesaat sebelum aktivitas ulang tahun dimulai, korban diduga ditutup matanya, kemudian dibawa oleh dua laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.
"Korban sempat berteriak meminta tolong dan berupaya keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujar Andi. Ia mengatakan, sejak peristiwa tersebut Jesslyn tidak lagi dapat dihubungi oleh family maupun teman-temannya. Telepon seluler nan diduga digunakan korban juga disebut tidak dapat diakses.
Jejak dan Informasi nan Perlu Verifikasi
Andi menambahkan, berasas info nan diperoleh pihak pelapor, polisi telah mendatangi letak kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penelusuran ke beberapa letak nan diduga berangkaian dengan keberadaan korban. Pihak pelapor juga memperoleh info nan tetap memerlukan verifikasi bahwa korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.
Di sisi lain, pelapor juga menerima info bahwa perangkat telepon seluler nan diduga milik korban tetap terdeteksi berada di area Puri Jimbaran. Ia menegaskan seluruh info tersebut tetap memerlukan pendalaman oleh interogator untuk memastikan kebenarannya.
"Kami berambisi Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·