Polisi Periksa 27 Saksi di Kasus Sutrimo, Termasuk Pemandi Jenazah

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa 27 saksi untuk dimintai keterangan mengenai kasus kematian misterius laki-laki berjulukan Sutrimo.

"Update-nya adalah (penyidik) telah melakukan pemeriksaan 27 orang saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (19/8).

Secara rinci 27 saksi itu ialah dua pengemudi ambulans P3D, dua pengemudi ambulans nan menjemput korban dari TKP ke Rumah Sakit Muhammadiyah, dua pengemudi ambulans nan mengantar dari Rumah Sakit Muhammadiyah ke Banyumas, satu pengemudi ambulans.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, tiga orang dari pihak rumah sakit terdiri atas dua petugas keamanan dan satu orang dokter, dua petugas pemandi jenazah, tujuh saksi di sekitar letak kejadian, tiga orang family almarhum, satu orang kawan almarhum, satu perangkat desa, serta tiga pihak mengenai laporan di Bareskrim Polri.

Budi menyebut saat ini interogator tetap menunggu hasil laboratorium forensik. Termasuk pemeriksaan jaringan, DNA, dan unsur nan ditemukan.

"Ini tetap menunggu hasil satu sampai dengan dua minggu seperti nan disampaikan dari Karodokpol Brigjen Pol dr Hastry

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8).

Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kerjasama Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya.

Di sisi lain, eks Jampidsus, Febrie Adriansyah telah membantah info nan menyebut bahwa Sutrimo berstatus sebagai kepala rumah tangga (Karumga).

Firman Wijaya, salah satu tim kuasa norma Febrie menyebut Sutrimo lebih banyak bekerja menjaga rumah kosong dan tinggal di sana. Sutrimo juga sering pulang kampung alias mengambil pekerjaan lain sehingga dia tidak terus-terusan bekerja dengan Febrie.

"Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti nan banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah nan kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya, Rabu.

(dis/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional