Polisi: Pelampung-Helm Ditemukan Tim SAR Bukan dari Rombongan 5 Jurnalis Hilang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Serang -

Polda Banten telah mengidentifikasi benda-benda nan ditemukan tim SAR pada pencarian hari kelima terhadap lima wartawan dan tiga kru kapal nan lenyap di perairan Selat Sunda saat mendekat ke Gunung Anak Krakatau (GAK). Polisi mengatakan benda-benda nan ditemukan di laut itu bukan dari kapal nan mengangkut para jurnalis.

Sebagai informasi, ini merupakan temuan berbeda dari benda-benda nan ditemukan tim SAR campuran saat melakukan pencarian terhadap para korban pada Kamis (10/9). Benda-benda nan ditemukan pada Kamis (10/9) itu bukan milik korban.

Pada Sabtu (12/9), Tim SAR menemukan lagi sejumlah barang. Barang-barang itulah nan kemudian dicek dan dinyatakan bukan milik para wartawan nan lenyap ataupun dari kapal pengangkut mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan 'MILLES II' dinyatakan bukan milik kapal lantaran life jacket nan tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak mempunyai tulisan 'MILLES II'," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Maruli mengatakan jeriken nan ditemukan tim SAR campuran pada pencarian hari kelima juga bukan berasal dari kapal Arupadhatu I. Menurutnya, jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, mempunyai tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda.

"Sedangkan jeriken nan ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, mempunyai tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken," jelasnya.

Dia menyebut helm nan ditemukan juga bukan dari kapal pengangkut lima jurnalis. Dia mengatakan pihak kapal tidak menyiapkan akomodasi berupa helm seperti nan ditemukan.

"Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1 lantaran kapal tersebut tidak mempunyai maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal," ujarnya.

Kelima wartawan dan tiga kru kapal lenyap sejak Senin (7/9). Mereka dilaporkan lenyap saat hendak mendekat ke Gunung Anak Krakatau nan mengalami erupsi besar hingga memicu hujan abu vulkanik di beberapa provinsi.

(haf/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News