Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, kasus ISPA di wilayahnya meningkat mencapai 64.130 orang disebabkan cuaca panas, debu dan krisis air bersih.(MI/KRISTIADI)
KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan akibat pengaruh cuaca ekstrem dan musim tandus panjang. Berdasarkan info Dinas Kesehatan setempat, sejak Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 64.130 pasien ditemukan di RSUD Dr. Soekardjo maupun sejumlah puskesmas.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengungkapkan bahwa kejadian tandus panjang nan terjadi dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama melonjaknya jumlah penderita ISPA. Penyakit ini menyerang penduduk dari beragam golongan usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang tua.
"Sejak Januari hingga Agustus memang ada peningkatan kasus ISPA. Pasien umumnya mengeluhkan indikasi batuk, flu, susah bernapas, sakit tenggorokan, hingga demam. Kondisi ini dipicu oleh aspek udara nan jelek dan debu nan meningkat selama musim kemarau," ujar Suryaningsih, Minggu (13/9/2026).
Ia menambahkan, golongan nan paling rentan dan banyak mendapatkan perawatan adalah pasien balita dan anak-anak. Gejala spesifik nan sering ditemukan meliputi bunyi serak, hidung tersumbat, serta penurunan nafsu makan. Meski jumlah kasus mencapai puluhan ribu, Suryaningsih memastikan bahwa rata-rata pasien berangsur sembuh setelah mendapatkan penanganan medis di akomodasi kesehatan.
Menurutnya, selain aspek cuaca panas dan debu, polusi seperti asap rokok juga turut memperparah kondisi kesehatan masyarakat. Perubahan cuaca nan tidak menentu, di mana suhu terkadang menjadi sangat dingin, juga memicu munculnya beragam penyakit lain seperti diare dan kekambuhan asma.
"Setiap hari pasien nan masuk ke puskesmas mengeluhkan batuk, bersin, dan hidung meler. Namun, mereka dapat disembuhkan lantaran rata-rata disebabkan oleh pengaruh cuaca panas dan debu," jelasnya.
Menyikapi situasi ini, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk memperketat penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Warga juga diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari paparan debu dan udara panas nan ekstrem.
"Kami mengimbau masyarakat selalu pakai masker ketika keluar rumah mengingat udara panas serta berdebu, guna menekan akibat penularan dan serangan penyakit pernapasan," pungkas Suryaningsih. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·