Jakarta -
Polisi telah mengecek limbah bahan rawan dan berbisa (B3) di area persawahan di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Polisi tak menemukan cemaran radioaktif di letak temuan limbah B3 tersebut.
"Dari hasil penemuan awal, kondisi udara di sekitar letak dalam keadaan kondusif dan tidak ditemukan paparan bahan radioaktif nan melampaui periode batas," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Dia menyebut temuan kalium-40 (K-40) pada beberapa sampel tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai adanya pencemaran radioaktif. Menurutnya, hasil itu tetap memerlukan proses identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui karakter dan kandungan sampel secara lebih akurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa sampel terdeteksi mengandung kalium-40. Namun, untuk memastikan kandungan dan karakter material tersebut, sampel tetap dilakukan identifikasi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak memperkirakan dan menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh," ucapnya.
Polda Banten bakal melakukan langkah-langkah sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan lembaga mengenai andaikan dari hasil identifikasi nantinya ditemukan hal-hal nan memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Yang paling krusial adalah memastikan masyarakat tetap tenang. Polda Banten bakal menyampaikan perkembangan berasas hasil pemeriksaan nan dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga membujuk masyarakat untuk terus menyampaikan info andaikan menemukan hal-hal nan berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan lingkungan," ujarnya.
Temuan Limbah B3
Sebelumnya, polisi mendapat laporan adanya limbah di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Cikande. Sebanyak 25 personel Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Brimob diturunkan ke lokasi.
Personel memeriksa kondisi lingkungan, termasuk penemuan radioaktif dan penemuan kimia menggunakan peralatan khusus. Pemeriksaan dilakukan di tiga letak dengan luas area masing-masing sekitar 90 meter persegi, 150 meter persegi, dan 160 meter persegi.
"Dari hasil penemuan awal, radiasi latar belakang (background) di letak tercatat sebesar 0,05 mikroSv/jam. Pemeriksaan terhadap sejumlah sampel menunjukkan adanya kandungan kalium-40 (K-40) pada beberapa sampel. Sementara sejumlah sampel lainnya tidak teridentifikasi mengandung bahan radioaktif," kata Kombes Maruli.
Dia menyebut hasil penemuan kualitas udara di seluruh letak menunjukkan kondisi aman. Parameter gas nan diperiksa, antara lain IBaT, CH2, SO2, O2, dan H2S, menunjukkan hasil dalam kondisi normal, dengan kadar oksigen tercatat 20,9 persen volume.
Sebanyak 12 sampel telah diambil dari letak untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan terhadap sampel tersebut bakal disampaikan setelah proses identifikasi selesai dilakukan.
(aik/fas)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·