Polisi Kanada Waspadai Aksi Tiruan Akibat Manifesto Incel terkait Penembakan Massal di Montreal

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Polisi Kanada Waspadai Aksi Tiruan Akibat Manifesto Incel mengenai Penembakan Massal di Montreal Penembakan di Montreal, Kanada, menewaskan seorang polisi dan penduduk sipil. Polisi sekarang memperingatkan potensi serangan tiruan setelah manifesto pelaku tersebar.(AFP)

KEPOLISIAN Kanada mengeluarkan peringatan mengenai potensi terjadinya tindakan serangan tiruan (copycat attacks). Peringatan ini muncul setelah kejadian baku tembak di Montreal nan menewaskan tiga orang, disusul penyebaran manifesto panjang milik pelaku nan menyerukan "pertumpahan darah baru" oleh media berpatokan sayap kanan.

Ketakutan mencekam kota terbesar di Quebec tersebut pada Senin, ketika seorang laki-laki berpakaian kamuflase militer dan membawa senjata laras panjang terlihat di lingkungan Côte-des-Neige. Baku tembak pun pecah. Saat polisi tiba di lokasi, terdengar nyaris 30 kali tembakan. Insiden ini menewaskan pelaku dan seorang petugas kepolisian.

Rekaman video dari saksi mata menunjukkan adanya dugaan polisi secara tidak sengaja menembak seorang penduduk sipil di tengah baku tembak. Selain itu, seorang petugas lainnya mengalami luka kritis namun diperkirakan bakal selamat. Biro Investigasi Independen (BEI) selaku pengawas kepolisian Quebec sekarang tengah menyelidiki kematian tersebut.

Isi Manifesto Pelaku nan Meresahkan

Pasca-kejadian, kepolisian federal Kanada mengirimkan buletin ke beragam lembaga kepolisian di seluruh negeri. Isinya memperingatkan bahwa manifesto pelaku "diduga mendorong penduduk untuk menembak petugas polisi" dan meminta abdi negara untuk "menerapkan kehati-hatian ekstrem dan tetap sangat waspada".

Dokumen setebal 104 laman nan diunggah secara penuh oleh Rebel News tersebut memang tidak menyebut sasaran polisi secara spesifik. Namun, teks itu menyalahkan feminisme, liberalisme, dan kapitalisme atas "situasi kesenyapan nan mengerikan, isolasi, dan degradasi sosial" nan diyakini sedang dihadapi oleh kaum laki-laki saat ini—sebuah keluhan nan identik dengan aktivitas "involuntary celibacy" alias "incel".

Pelaku juga menuliskan daftar sasaran nan dianggapnya valid, mulai dari bank investasi besar, politisi kuat, pelaksana perusahaan kesehatan swasta, spekulan mata duit kripto, hingga markas perusahaan pornografi internasional. Dokumen itu diakhiri dengan kalimat: "Jangan gentar, majulah, dan BUNUH MEREKA SEMUA!"

Identitas Korban dan Riwayat Serangan Incel

Kepolisian Montreal mengidentifikasi petugas nan gugur sebagai Mohamed Lamine Benredouane, 34, nan telah bekerja sejak 2021. Sementara penduduk sipil nan tewas, Michel Mizrahi, dikonfirmasi sebagai penduduk negara Israel oleh Konsulat Israel di Montreal.

Menteri Keamanan Domestik Quebec, Ian Lafrenière, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa membagikan info resmi mengenai rumor polisi salah tembak tersebut lantaran penyelidikan tetap berjalan. Insiden ini juga menambah daftar kelam, menandai ketiga kalinya petugas polisi Kanada tewas saat bekerja pada bulan ini.

Kanada sendiri mempunyai riwayat serangan nan terinspirasi oleh ideologi misoginis ekstrem incel, termasuk tabrakan truk di Toronto pada 2018 nan menewaskan 10 orang dan serangan parang di sebuah spa pada 2020.

Merespons tragedi ini, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengaku "ngeri" dan menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.

"Pikiran saya berbareng para korban, orang-orang terkasih mereka, petugas pertolongan pertama, dan seluruh organisasi Côte-des-Neiges," ujar Carney.

Perdana Menteri Quebec, Christine Fréchette, juga mengaku "sangat terkejut dan sedih" dan langsung memerintahkan pengibaran bendera separuh tiang di wilayahnya. (The Guardian/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia