Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap sumber biaya pembelian bom molotov hingga senjata tajam oleh 63 orang nan diamankan menjelang tindakan 27 Agustus 2026. Mereka diduga menggunakan biaya hasil open bantuan untuk membeli barang-barang tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, interogator tetap melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap keterangan para pihak tersebut, termasuk transaksi finansial serta bukti-bukti lainnya.
"Adapun dalam hasil penyelidikan bahwa sumber duit nan digunakan untuk membeli bahan-bahan nan diduga bakal digunakan dalam pembuatan molotov dan pengadaan senjata tajam berasal dari duit pribadi, duit nan diberikan oleh pihak lain, maupun biaya nan diperoleh melalui sistem open donasi," kata Iman.
Dia menuturkan, sebanyak 63 orang nan diamankan terdiri atas beberapa kelompok, termasuk pelajar dan mahasiswa. Mereka diduga terafiliasi dengan jaringan anarko.
"Mahasiswa. Sebagian ada pelajar," katanya.
Mereka disebut melakukan penguatan narasi dan penggalangan dana. Selain itu, mereka juga menyebarkan rumor kepada publik melalui flyer nan dinilai berkarakter provokatif.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·