Jakarta -
Polisi telah menghubungi family atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay nan sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan. Polisi mengungkap pihaknya belum bisa berkomunikasi dengan family Jesslyn.
"Nah ini kami juga tetap meminta waktu kepada pihak family baik itu kerabat dekat, orang tua, untuk memberikan info respon mengenai tentang adanya info ataupun rumor tentang penculikan ini. Karena nan tahu persis kan pihak keluarga. Saat sekarang penyelidik tetap coba untuk mendalami tetapi tetap belum bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Budi mengatakan pihak family Jesslyn belum merespons kepolisian. Meski demikian, dia mengatakan laporan terhadap polisi ini telah dicabut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, sampai sejauh ini pihak family tetap belum mau merespon jawab. Nah, kita serahkan, apakah ini tentang persoalan internal, kita serahkan kepada pihak keluarga. Biar family nan menjawab," ujarnya.
Sebagai informasi, peristiwa dugaan penculikan itu dilaporkan terjadi pada Senin (13/7/2026) malam. Laporan dugaan penculikan itu sekarang telah dicabut, namun Polres Metro Jakarta Pusat tetap melakukan penyelidikan. Hasil penelusuran sementara, Jesslyn rupanya terbang ke luar negeri berbareng ibu dan tantenya.
"(Terbang) Bersama ibu dan bibinya. Terbang dari Indonesia ke Kuala Lumpur lampau ke Bangkok," ujar AKBP Roby Saputra saat dihubungi wartawan, Kamis (23/7/2026).
AKBP Roby mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa berkomunikasi dengan family Jesslyn. Pihak kepolisian belum bisa memastikan dugaan penculikan Jesslyn.
Calon Suami Tak Percaya Diculik
Calon suami Jesslyn, Evan (37), tidak percaya soal berita penculikan tersebut. Kuasa norma Evan, Andi Darti, mengatakan Jesslyn bakal menikah dalam waktu dekat dengan kliennya. Dia menyebut Jesslyn sudah lama tidak tinggal berbareng keluarga.
"Dia keluar dari rumah orang tuanya. Dia hidup di apartemen, tinggal di apartemen di wilayah Pluit, sudah nyaris 10 bulan. Nah, si Jesslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga bakal segera menikah dengan Evan," kata Andi Darti, Rabu (22/7).
Dia mengatakan Evan sempat mengantar Jesslyn membeli kue hingga ke restoran tempat seremoni ulang tahun (ultah) neneknya pada Senin (13/7). Darti mengatakan Jesslyn awalnya tidak merespons undangan ultah tersebut.
Kemudian, Jesslyn datang ke aktivitas tersebut setelah kawan dekatnya meneruskan undangan ultah dari tante Jesslyn. Evan lampau mengantar pacarnya ke restoran tersebut dan menunggu tidak jauh dari letak acara.
"Saat itu Jesslyn diminta untuk membawa kue ulang tahun. Nah, terus Jesslyn datang, sempat membeli kue ulang tahun berbareng dengan pacarnya, Evan," ucapnya.
Evan tetap berkomunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, Evan mulai tidak dapat menghubungi Jesslyn sekitar pukul 21.30 WIB hingga akhirnya mendatangi restoran tempat aktivitas ultah family Jesslyn.
Di dalam restoran, Evan tetap memandang kue ultah nan dibeli Jesslyn. Dia lampau meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi, mulai dari kerabat, tukang parkir, hingga pegawai restoran. Saksi menyebut Jesslyn diculik orang tidak dikenal.
"Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," ceritanya.
Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn lewat ponsel, e-mail, hingga media sosial, tetapi tidak mendapatkan respons. Dia sempat melacak sinyal ponsel Jesslyn.
"Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jesslyn. Menurut Evan, HP-nya tetap memancar dari rumah orang tuanya nan di Ancol, nan di Puri Jimbaran," kata Darti.
Evan lampau melapor ke polisi dan ikut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ke restoran. Namun, mereka tidak menemukan rekaman CCTV lantaran perangkatnya rusak. Evan pun meletakkan kecurigaan.
(mib/aud)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·