, NABIRE, – Polda Papua Tengah menggandeng tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, dan pemuda untuk memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah setempat. Komitmen ini diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) Operasi Cinta Damai Noken 2026 nan digelar di Nabire, Kamis.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menegaskan bahwa stabilitas keamanan wilayah tidak dapat diwujudkan oleh abdi negara keamanan semata, melainkan memerlukan support dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat. "Mari kita menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, menyelesaikan setiap persoalan melalui perbincangan dan musyawarah, serta bersama-sama menangkal provokasi maupun hoaks nan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.
Forum tersebut dirancang sebagai ruang terbuka untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membangun komunikasi nan lebih erat dalam mencari solusi terhadap beragam persoalan sosial dan keamanan nan berkembang di Papua Tengah. Brigjen Jermias menjelaskan bahwa Polri terus datang sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif.
Isu Strategis dan Solusi
Dalam obrolan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan beragam persoalan nan menjadi perhatian warga, di antaranya bentrok sosial dan sengketa wilayah adat, tingginya nomor pengangguran, serta persoalan pemanfaatan wilayah budaya oleh perusahaan. Menanggapi perihal itu, Kapolda menyatakan kesiapan Polda Papua Tengah untuk memfasilitasi komunikasi dan mediasi antara pihak-pihak nan bentrok guna mencari solusi nan dapat diterima bersama.
Menurutnya, upaya menjaga keamanan kudu melangkah seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui ekspansi akses pendidikan dan lapangan kerja bagi orang original Papua (OAP). "Kita perlu meningkatkan akses orang original Papua terhadap pendidikan kedinasan dan kesempatan rekrutmen pada lembaga pemerintah, serta memperbanyak training keahlian agar mereka bisa bersaing. Ini menjadi salah satu langkah krusial dalam menekan nomor pengangguran," ujarnya.
Selain itu, para tokoh kepercayaan mendorong penguatan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks nan berpotensi memicu bentrok sosial. Mereka juga mengusulkan peningkatan patroli keamanan dan penguatan sistem keamanan lingkungan. Kapolda menilai sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan abdi negara keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga situasi nan kondusif dan kondusif.
Dukungan Penuh Pemangku Kepentingan
Ketua DPRD Kabupaten Nabire Nanci Karolin Warobay mengapresiasi langkah Polda Papua Tengah nan membuka ruang perbincangan dengan masyarakat guna menyerap beragam aspirasi mengenai keamanan dan ketertiban. Ia membujuk para kepala suku, tokoh adat, agama, dan masyarakat untuk terus berkedudukan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat demi mencegah beragam tindakan nan dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah Ignatius Adii menambahkan bahwa terciptanya kamtibmas nan kondusif dan kondusif kudu dibangun melalui kesadaran norma nan berpijak pada nilai-nilai adat, aliran agama, dan norma positif. Melalui kerjasama tersebut, Polda Papua Tengah berambisi keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga sehingga mendukung pembangunan wilayah nan aman, damai, dan sejahtera.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·