Jakarta -
Polda Metro Jaya tetap mendalami laporan nan dilayangkan tokoh wanita budaya dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, mengenai movie 'Pesta Babi'. Polisi segera memeriksa Dandhy Laksono sebagai penggarap movie juga sebagai terlapor.
"Terkait tentang DL, pemanggilan beberapa hari nan lampau itu untuk dilakukan penundaan. Sehingga bakal dilakukan pemanggilan di tanggal 27 Oktober, dan satu rekannya di tanggal 28 Oktober," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menegaskan pihaknya mengedepankan asas prasangka tak bersalah dalam mengusut sebuah perkara Polisi tetap melakukan pendalaman.
"Kami tekankan ini tetap tahap penyelidikan. Jadi undangan penjelasan itu kita kirimkan nan berkepentingan atas laporan penduduk masyarakat. Apabila undangan penjelasan proses penyelidikan ini bisa terpenuhi, bisa bakal ditingkatkan dalam proses sidik," kata dia.
"Tapi andaikan proses lidik ini tidak terpenuhi cukup bukti alias perangkat bukti lainnya, tidak dikenakan dalam unsur-unsur pidana ini bisa dihentikan dalam proses penyelidikan," imbuhnya.
Sebagai informasi, Mama Sinta sebelumnya membikin laporan polisi ke Polda Metro Jaya mengenai movie 'Pesta Babi'. Mama Sinta melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW dan Dandhy.
Mama Sinta mengaku sakit hati dengan pemutaran movie tersebut nan menampilkan dirinya. Dia mengatakan tak ada izin nan diminta kepadanya dari pihak movie tersebut.
"Mereka putar movie 'Pesta Babi' itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka," terang Mama Sinta.
"Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar movie itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Jadi, itu saja nan saya sampaikan," lanjutnya.
Tanggapan Dandhy Laksono
Penggarap movie 'Pesta Babi', Dandhy Laksono, merespons pelaporan dirinya oleh Mama Sinta ke Polda Metro Jaya. Dandhy menyoroti perbedaan kemunculan Mama Sinta di publik ketika movie 'Pesta Babi' digarap dengan setelah movie tersebut tayang.
"Saat Mama Yasinta muncul ke publik memihak tanah ulayatnya, kami nan ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga," tulis Dandhy dalam postingan Instagramnya seperti dilihat detikcom, Selasa (2/6).
"Kini Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka nan canggung menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," lanjutnya dalam postingan tersebut.
Postingan tersebut dikirim Dandhy saat detikcom meminta tanggapan mengenai pelaporan oleh Mama Sinta. Dalam postingan itu, Dandhy juga menilai kemunculan Mama Sinta saat ini sebagai menghilangkan konsentrasi publik terhadap kejadian nan terjadi di Papua.
"Satu-satunya nan tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan konsentrasi pada persoalan kolonialisme di Papua," ujar Dandhy.
(wnv/idn)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·