Polda Kaltim Pecat Oknum Polisi Beking Kampung Narkoba Gang Langgar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta - Polda Kalimantan Timur (Kaltim) telah memecat Bripka Dedy Wiratama, oknum personil Polri nan diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika. Hal itu berasas hasil sidang etik berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yuliyanto, membenarkan berita pemecatan tersebut. Dia menyatakan bahwa proses sidang kode etik telah rampung diputuskan.

"Iya, sudah di-PTDH," kata Kombes Yuliyanto saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Yuliyanto menjelaskan bahwa keputusan pemecatan tersebut diambil setelah melalui sistem Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Sidang tersebut digelar awal pekan ini.

"(Sidang KKEP digelar) 2 Juni," imbuh Yuliyanto.

Adapun kasus ini bermulai dari pengembangan investigasi nan dilakukan oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di Kampung Narkoba Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur

Dalam pengungkapan tersebut, terendus adanya keterlibatan oknum polisi nan memberikan perlindungan bagi para pengedar narkoba di wilayah tersebut. Oknum polisi Bripka DW disebut sebagai 'sniper' alias pengawas kampung narkoba.

"Bripka Dedy Wiratama ini adalah 'sniper' alias orang nan mengawasi pergerakan orang nan datang ke kampung narkoba, nan berkepentingan sudah diamankan oleh Satbrimob Polda Kaltim," ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Eko menyatakan, setelah pemeriksaan kode etik selesai, Bripka DW bakal dihadapkan pada proses pidana mengenai keterlibatannya di kampung narkoba tersebut.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menggerebek kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Kaltim, pada Kamis (16/5) lalu. Dalam operasi ini, tim campuran nan dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury menangkap 11 orang tersangka, termasuk bandarnya nan berjulukan Fernandes namalain Nando.

Brigjen Eko Hadi menegaskan pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap siapa pun nan terbukti terlibat dalam jaringan narkoba, tak terkecuali jika menyangkut oknum di kepolisian.

"Siapa pun nan terlibat bakal kami tindak tegas tanpa kompromi," tegas Brigjen Eko Hadi. (ond/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News