Konferensi pers Polda Jawa Barat mengenai kasus penyekapan wanita selama tiga tahun di Bandung.(MI/Bayu Anggoro)
PENANGANAN kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR, 29, terus dikembangkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat. Selain mendalami unsur pidana, interogator sekarang turut menggandeng mahir psikologis untuk menelusuri kondisi psikologis tersangka, Taufik Hidayat.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa pemeriksaan psikologis dilakukan sebagai bagian dari upaya melengkapi berkas penyidikan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi mental tersangka nan diduga melakukan penyekapan dan kekerasan terhadap korban dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
Menurut Rudi, tindakan nan disangkakan kepada pelaku tergolong tidak lazim dan jauh melampaui pemisah kelaziman dalam hubungan antarpasangan. Polisi menilai dugaan kekerasan nan dialami korban menunjukkan pola perlakuan nan sangat ekstrem dan mengarah pada tindakan sadis.
Untuk argumen keamanan dan pengawasan, tersangka saat ini ditempatkan di ruang tahanan khusus. Sel tersebut dilengkapi kamera pengawas alias CCTV dan berada di bawah pemantauan ketat petugas selama proses norma berlangsung.
Kapolda menegaskan, interogator tetap melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka guna mengungkap secara rinci kronologi serta rangkaian peristiwa nan dialami korban selama masa penyekapan.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan medis terhadap YTR mengungkap adanya kerusakan pada sejumlah bagian tubuh. Kondisi tersebut diduga kuat merupakan akibat dari penyekapan dan penganiayaan nan berjalan dalam waktu lama.
Sebelumnya, tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat sukses meringkus Taufik Hidayat pada Selasa sore (23/6). Penangkapan dilakukan di sebuah rumah milik kerabat pelaku nan berada di area Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka diduga menyekap korban di sebuah rumah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Akibat dugaan kekerasan nan berjalan bertahun-tahun itu, korban mengalami luka serius serta gangguan pada sejumlah kegunaan tubuh.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran dugaan penyekapan berjalan dalam waktu nan sangat panjang dan menyebabkan kondisi korban memburuk secara fisik. Hingga kini, interogator tetap terus mengumpulkan perangkat bukti serta keterangan tambahan untuk mengungkap seluruh kebenaran di kembali kasus tersebut. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·