Poduksi Telur Melimpah hingga Harga Anjlok, Mendag Minta BGN Serap untuk Program MBG

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |20:14 WIB

Poduksi Telur Melimpah hingga Harga Anjlok, Mendag Minta BGN Serap untuk Program MBG

MBG (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat penyerapan produk pangan lokal guna menjaga stabilitas nilai di tingkat peternak. Melalui koordinasi lintas lembaga, komoditas seperti telur dan daging ayam bakal dioptimalkan untuk menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa intervensi ini mendesak dilakukan, terutama di wilayah nan mengalami penurunan nilai signifikan seperti di Blitar, Jawa Timur. Saat ini, tercatat terjadi surplus produksi telur nasional sebesar 12 persen nan berakibat pada perubahan nilai di pasar.

Pemerintah saat ini tengah mengintensifkan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengintervensi pasar di wilayah terdampak melalui Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG). Langkah tersebut bermaksud memastikan SPPG diwajibkan menyerap hasil produksi peternak lokal agar nilai di lapangan kembali stabil.

"Sehingga nilai bisa mendekati alias sesuai HAP (Harga Acuan Pembelian), sehingga para peternak bakal mendapatkan nilai nan bagus," ujar Budi

Selain melalui program MBG, skema support pangan juga bakal dibuat lebih elastis dengan menyesuaikan kondisi pasar. Jika terjadi kelebihan pasokan pada komoditas tertentu, support pangan nan biasanya berupa beras alias minyak goreng dapat dialihkan menjadi telur alias daging ayam. Strategi ini diharapkan bisa menyerap produk bahan pokok nan produksinya tengah melimpah.

Budi menegaskan soal koordinasi serupa juga telah dilakukan dengan Kepala BGN teranyar Nanik S. Deyang untuk memastikan komoditas lain seperti ikan dan daging ayam turut mendapatkan perlakuan nan sama jika nilai jatuh di bawah HIT. Penyerapan ini menjadi kunci agar surplus produksi tidak justru merugikan para produsen pangan nasional.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com