PNPB RI Tembus Rp 112 T, Tumbuh Hanya 7% di Akhir Maret 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 31 Maret 2026 tumbuh 7% secara tahunan (year on year/yoy). Dengan demikian, realisasi PNBP meningkat dari i Rp 104,7 triliun pada kuartal I-2025 menjadi Rp 112,2 triliun pada periode nan sama tahun ini.

Realisasi PNBP tersebut mencapai 24,4% APBN. Hitungan ini sudah mengecualikan komponen Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) alias dividen BUMN. Adapun, jika memasukkan KND, realisasi PNBP justru mengalami kontraksi 3% yoy, dari Rp 115,6 triliun menjadi Rp 112,3 triliun. Adapun, penurunan ini dipengaruhi tidak berulangnya setoran dividen BUMN seperti tahun sebelumnya.

"Pergerakan PNBP saat ini dipengaruhi akibat penurunan nilai dan belum optimalnya lifting minyak bumi, serta tidak berulangnya setoran dividen BUMN," tulis Kemenkeu dalam Laporan APBN KITA, Minggu (3/5/2026).

Dari sisi sumbernya, keahlian PNBP sumber daya alam (SDA) tercatat sebesar tumbuh 7,1% menjadi Rp 53,6 triliun. Besaran ini setara dengan 20,5% dari sasaran APBN.

Dari sisi SDA ini, PNBP SDA migas mengalami tekanan cukup dalam dengan realisasi Rp 18,6 triliun alias turun 25,4% yoy. Pertumbuhan tertinggi dibukukan oleh pendapatan BLU tumbuh 27,3% (yoy) terutama didorong kenaikan tarif pungutan ekspor CPO sawit dan turunannya.

Sementara itu, PNBP kementerian/lembaga (K/L) tercatat Rp 36,7 triliun alias tumbuh 22% yoy. Peningkatan ini didorong oleh naiknya volume jasa publik serta penguatan penegakan hukum.

Kemudian, pendapatan dari KND tercatat sangat kecil, hanya Rp 0,1 triliun. Penurunan tajam ini terjadi lantaran tidak adanya setoran dividen BUMN.

PNBP KL dan Pendapatan BLU Meningkat Didukung Percepatan dan Inovasi layanan. (Kemenkeu)Foto: PNBP KL dan Pendapatan BLU Meningkat Didukung Percepatan dan Inovasi layanan. (Kemenkeu)

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News