Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik setelah mengaku "terkejut" tidak diberi tahu mengenai kegagalan proses vetting keamanan Peter Mandelson. Pernyataan tersebut memicu skeptisisme di Westminster serta tudingan bahwa dia mengorbankan pejabat senior demi menyelamatkan posisinya.
Melansir The Guardian, sejumlah pejabat senior pemerintah menyebut Starmer bakal menghadapi "hari penghakiman" pekan depan ketika Olly Robbins dijadwalkan memberi kesaksian di hadapan komite parlemen. Robbins, nan disebut marah atas pemecatannya dari Kementerian Luar Negeri, berpotensi mengungkap versinya sendiri nan bisa memperburuk situasi.
Posisi Starmer kian goyah menjelang pernyataannya di parlemen pada Senin, di tengah terungkapnya kebenaran bahwa dua pejabat tinggi telah mengetahui masalah vetting tersebut sejak bulan lalu. Mereka adalah Sekretaris Kabinet Antonia Romeo dan pejabat tetap Kantor Kabinet Catherine Little.
Sumber pemerintah membantah bahwa kedua pejabat tersebut sengaja menahan info mengenai rekomendasi UK Security Vetting (UKSV) nan menyarankan Mandelson tidak diberi izin keamanan. Mereka menyebut proses tersebut melibatkan pertimbangan kompleks mengenai akibat dalam membagikan info sensitif, termasuk kepada perdana menteri.
Starmer menegaskan dirinya tidak mengetahui kegagalan vetting tersebut maupun keputusan Kementerian Luar Negeri nan tetap meloloskan Mandelson. Ia menyebut situasi ini sebagai sesuatu nan "tak termaafkan" dan mengaku marah atas kurangnya transparansi nan terjadi.
Downing Street secara tegas menyalahkan Kementerian Luar Negeri atas kegagalan komunikasi tersebut. Juru bicara resmi menyatakan bahwa instansi perdana menteri telah berulang kali meminta fakta, namun tidak mendapat info nan diperlukan, apalagi tidak menampik kemungkinan adanya "penutupan informasi".
Tak lama setelah kasus ini mencuat, Robbins dipaksa mundur dari jabatannya sebagai pejabat tertinggi di Kementerian Luar Negeri. Ia dilaporkan merasa diperlakukan tidak setara dan percaya telah mengikuti prosedur nan bertindak dalam menangani proses vetting.
Robbins dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan komite urusan luar negeri parlemen pada Selasa mendatang. Sejumlah menteri cemas dia bakal membantah jenis pemerintah dan membuka kebenaran baru nan berpotensi merusak posisi Starmer.
Mantan pejabat senior Ciaran Martin menilai Robbins telah dijadikan kambing hitam dalam kasus ini. Ia menjelaskan bahwa proses vetting bukan sekadar lulus alias gagal, melainkan penilaian risiko, dan ada tanggungjawab untuk tidak mengungkap detailnya kepada menteri.
Namun, pejabat lain menyebut keputusan Kementerian Luar Negeri nan mengabaikan rekomendasi UKSV merupakan perihal nan tidak lazim. Mereka menilai Robbins setidaknya bisa memberi tahu pejabat senior mengenai adanya penyimpangan tersebut, meski tanpa membocorkan perincian sensitif.
Ketua komite urusan luar negeri Emily Thornberry menilai Robbins sebelumnya tidak menyampaikan kebenaran secara utuh kepada parlemen. Ia juga mempertanyakan apakah ada tekanan tambahan dari Downing Street dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Di tengah tekanan politik nan meningkat, Starmer dijadwalkan menyampaikan pernyataan resmi di parlemen mengenai kasus Mandelson. Hal ini dilakukan setelah dia menghadiri pertemuan internasional di Paris mengenai keamanan Selat Hormuz.
Sejumlah personil Partai Buruh mengaku kecewa lantaran skandal ini muncul menjelang pemilu lokal nan krusial. Meski ada nan menilai kasus ini bisa mengakhiri pekerjaan politik Starmer, kebanyakan personil partai tetap memberikan dukungan.
Pemimpin oposisi dari Partai Konservatif Kemi Badenoch mendesak transparansi penuh dan menegaskan publik berkuasa mengetahui argumen kegagalan vetting Mandelson. Sementara itu, Partai Liberal Demokrat meminta penyelidikan terhadap Starmer lantaran tidak segera memberi tahu parlemen.
Selain itu, pengadil banding pensiunan Adrian Fulford dikabarkan bakal meninjau kembali proses vetting Mandelson serta sistem nan lebih luas. Peninjauan ini diharapkan dapat mengungkap kelemahan dalam sistem keamanan nan ada di pemerintahan Inggris.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·