Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bekasi di area Deltamas, Cikarang Pusat, Senin (31/8).(DOK.PEMKABBEKASI)
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi secara resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sebagai langkah strategis untuk memutus rantai putus sekolah akibat hambatan ekonomi. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa kehadiran lembaga ini bermaksud memberikan kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak di wilayah Bekasi tanpa terkecuali.
Harapan tersebut disampaikan Asep saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi nan berjalan di Aula Sekolah Rakyat, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (31/8). Acara ini turut dihadiri oleh personil Komisi VIII DPR RI Wardatul Asriah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta perwakilan dari Kementerian Sosial.
Dalam sambutannya, Asep Surya Atmaja menekankan bahwa keterbatasan ekonomi family tidak boleh menjadi tembok penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan. Ia memandang pendidikan sebagai instrumen utama dalam mengubah nasib sebuah family dan daerah.
“Pendidikan adalah kewenangan setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak nan kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya lantaran kondisi ekonomi alias keterbatasan nan dihadapinya,” tegas Asep.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung bentuk untuk aktivitas belajar mengajar, melainkan sebuah wadah untuk membangun harapan. Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui kerjasama pemerintah pusat dan wilayah dalam memperluas akses pendidikan bagi golongan masyarakat nan paling membutuhkan.
Mengenal Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi mengusung konsep sekolah berasrama (boarding school). Model ini dipilih agar para siswa tidak hanya mendapatkan asupan kognitif di kelas, tetapi juga pembentukan karakter dan pendampingan intensif nan diharapkan bisa menjadikan mereka pemasok perubahan bagi keluarganya di masa depan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat nan sekarang diimplementasikan di Kabupaten Bekasi. Fokus utamanya adalah menjangkau anak-anak nan belum pernah berguru alias mereka nan terpaksa berakhir di tengah jalan (putus sekolah).
Data Peserta Didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1:
- Total Siswa MPLS: 427 anak (berasal dari Kabupaten dan Kota Bekasi).
- Target Sasaran: Keluarga dalam golongan Desil 1 dan Desil 2 (prasejahtera).
- Distribusi Kuota Kabupaten Bekasi (237 dari 270 bangku terisi):
- SD: 57 siswa
- SMP: 90 siswa
- SMA: 90 siswa
Proses Seleksi dan Validasi Ketat
Untuk memastikan support pendidikan ini tepat sasaran, proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui sistem verifikasi nan berlapis. Data awal nan berasal dari Kementerian Sosial kemudian divalidasi di lapangan oleh Dinas Sosial berbareng pemerintah kecamatan, desa, hingga tingkat RT/RW.
Keterlibatan pilar-pilar sosial seperti pendamping PKH, Regsos, dan IPSM menjadi kunci dalam memastikan bahwa siswa nan diterima betul-betul berasal dari family nan membutuhkan. Alamsyah menyebut bahwa kekurangan kuota nan ada saat ini bakal segera dipenuhi melalui proses verifikasi tahap selanjutnya.
Menariknya, pembangunan akomodasi ini tergolong cepat. Alamsyah mengungkapkan bahwa sekitar delapan bulan sebelum peresmian, letak sekolah tersebut tetap berupa lahan persawahan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari beragam pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan DPR RI, dalam mendukung prasarana pendidikan di Bekasi.
Pesan untuk Generasi Baru
Kepada para siswa nan memulai masa MPLS, Plt Bupati Bekasi menitipkan pesan agar mereka memanfaatkan kesempatan langka ini dengan maksimal. Ia meminta para siswa untuk tetap teguh pada cita-cita meski berangkat dari keterbatasan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, sayangi teman, dan jangan pernah berakhir mempunyai cita-cita. Dari sekolah ini saya percaya bakal lahir generasi-generasi dahsyat nan kelak bisa membawa perubahan bagi keluarganya, bagi daerahnya dan juga bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (AK/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·