PLN UID Jakarta Raya memeriksa gardu LRT Pancoran nan jadi letak temuan mayat. Pihak PLN mengungkap ada kerusakan pada gardu tersebut.
"Menanggapi info mengenai kejadian pada Gardu Hubung PLN di sekitar Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, PLN bergerak sigap melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap aset kelistrikan di lokasi," kata Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haris menyebut terjadi kerusakan pada sejumlah aset PLN di gardu LRT tersebut. Salah satu nan rusak, kata dia, ialah pintu gardu LRT.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan kondisi kerusakan pada sejumlah bagian aset PLN. Pintu Gardu Hubung nan sebelumnya dalam kondisi terkunci ditemukan dalam keadaan rusak dan terbuka," ucap dia.
Selain itu, Haris menyebut ada sejumlah kabel dan komponen dalam gardu nan sudah berubah. "Petugas juga menemukan sejumlah kabel dan komponen di dalam gardu dalam kondisi tidak sebagaimana mestinya," imbuhnya.
Ia pun meminta pihak kepolisian memeriksa lebih lanjut mengenai temuan tersebut. Dia belum bisa menyampaikan apa penyebab kerusakan pada gardu nan jadi letak temuan mayit itu.
"PLN berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut guna mengetahui penyebab serta kronologi kejadian tersebut," ujar dia.
Mayat Ditemukan di Dalam Gardu LRT Pancoran
Polisi mengungkap mayit di dalam gardu listrik LRT Pancoran, Jakarta Selatan adalah pria. Polisi menduga korban berencana mencuri kabel di lokasi.
"Ya, diduga Mr. X mau mengambil kabel di gardu listrik tersebut," kata Kapolsek Pancoran Kompol Suminto kepada wartawan di lokasi, Selasa (1/9).
Suminto menjelaskan, korban masuk dari area bawah. Korban kemudian diduga tersengat listrik saat di dalam gardu.
"Membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi," jelas dia.
(maa/ygs)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·