PKB Dorong Hujan Buatan dan Perbanyak Water Bombing untuk Atasi Karhutla

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB Daniel Johan meminta pemerintah terus mengupayakan pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di beragam wilayah Indonesia. Dia menilai hujan buatan adalah langkah efektif untuk memadamkan karhutla.

Daniel Johan awalnya merespons pernyataan Menhut Raja Juli Antoni nan mengatakan hujan paling efektif memadamkan karhutla. Menurutnya, itu memang sudah jadi angan dan angan semua masyarakat Indonesia, khususnya nan terdampak karhutla.

"Ya iya lah (hujan) paling efektif, seperti jika lapar ya makan paling jitu, hujan sudah menjadi angan dan angan semua penduduk nan terdampak kebakaran lahan dan rimba saat ini," kata Daniel Johan saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel Johan mengatakan semua pihak pasti senang jika pemerintah bisa membikin hujan buatan di letak karhutla. Menurutnya, itu menjawab angan 3 juta penduduk nan terdampak karhutla.

"Kita senang jika menteri bisa lakukan hujan buatan sebanyaknya di letak kebakaran, itu menjawab angan dan angan lebih dari 3 juta penduduk nan terdampak agar musibah kebakaran dapat segera teratasi," ucap dia.

Namun demikian, Daniel Johan meminta Menhut memikirkan opsi lain jika tidak bisa membikin hujan buatan. Dia meminta pemerintah mulai lakukan water bombing.

"Hujan buatan memang prioritas, selain upaya lain pemadaman seperti water bombing dan pemulihan kembali lahan gambut nan rusak setelah ini, jika nan tidak ada awan (untuk hujan buatan), segera perbanyak water bombing," ujarnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut hujan paling efektif untuk memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan tengah terjadi di beragam wilayah di Indonesia, baik secara alami maupun hasil modifikasi.

Untuk itu, dia mengatakan, pemerintah tengah mengoptimalisasi operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah nan tetap punya bibit awan hujan untuk memadamkan karhutla.

"Untuk saat ini di Kaltim, khususnya Berau, tetap terdapat bibit awan hujan. Belajar dari tahun ke tahun, langkah paling efektif untuk memadamkan karhutla adalah dengan hujan, baik alami maupun hasil modifikasi cuaca," katanya dilansir Antara, Kamis (27/8).

(maa/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News