
- Melihat piring putih nan penuh noda kuning alias kerak membandel memang bisa bikin selera makan lenyap seketika. Rasanya jadi kurang semangat buat menyantap makanan jika wadahnya terlihat dekil dan kusam. Padahal piring sudah dicuci acapkali pakai sabun biasa, tapi tetap saja tampilannya tidak kunjung bersih maksimal. Jangan buru-buru membuang koleksi piring lama dan beli nan baru. Piring nan sudah kehilangan kilaunya itu sebenarnya tetap bisa diselamatkan dengan metode deep cleaning nan praktis.
Rahasia piring kembali putih bersih terletak pada kombinasi bahan nan tepat. Cukup siapkan wadah alias ember nan ukurannya lebih besar dari piring, air panas, sabun cuci piring cair, dan pemutih pakaian. Satu perihal nan tidak boleh dilupakan adalah penjepit makanan. Alat ini sangat krusial untuk menjaga keamanan kulit agar tidak bergesekan langsung dengan cairan pembersih nan panas.
Seperti apa rahasianya? Yuk ikuti bareng BrilioFood, Jumat (13/2).
Cara Bikin Campuran Pembersih Piring nan Manjur

foto: Freepik.com
Langkah awal dimulai dengan membikin campuran pembersih di dalam ember. Tuangkan air panas secukupnya, lampau tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring serta sedikit cairan pemutih pakaian. Gunakan penjepit untuk mengaduk larutan tersebut sampai tercampur rata. Setelah itu, masukkan piring-piring kusam ke dalam ember. Pastikan posisinya terendam secara sempurna agar noda terangkat maksimal.
Proses perendaman ini memerlukan waktu sekitar 15 menit. Biarkan formula pemutih bekerja menghancurkan kerak dan noda nan meresap di permukaan piring. Setelah waktu tunggu selesai, angkat piring menggunakan penjepit. Jika tetap ada sisa noda nan tersisa, gesek perlahan menggunakan spons cuci piring nan bertekstur agak kasar.
Bilasan Final nan Krusial
Bagian paling krusial dari proses ini adalah tahap pembilasan. Piring nan baru saja diangkat dari rendaman wajib dicuci kembali menggunakan sabun cuci piring dan air mengalir. Pastikan tidak ada lagi sisa licin alias aroma pemutih nan tertinggal pada piring. Keamanan perangkat makan sangat berjuntai pada seberapa bersih sisa kimia ini dibilas. Setelah kering, piring bakal terlihat putih cemerlang seperti baru pertama kali beli.
Trik Mengeringkan Piring Tanpa Meninggalkan Bekas
Sudah bersih maksimal tapi malah muncul bercak air saat kering? Ini sering terjadi jika piring dibiarkan kering begitu saja dalam posisi bertumpuk. Setelah dibilas bersih dengan air mengalir, sebaiknya piring diletakkan di rak pengering dengan posisi berdiri alias miring agar air turun dengan sempurna. Jika mau hasil nan lebih instan dan bebas noda air, gunakan lap berbahan lembut nan bersih untuk mengeringkan piring satu per satu sebelum disimpan di dalam rak. Dengan begitu, permukaan piring bakal betul-betul mulus dan kinclong tanpa ada sisa residu air nan mengering.
Hal-Hal Penting nan Perlu Diperhatikan
Metode ini memang sangat ampuh, tapi ada beberapa catatan agar hasilnya tetap kondusif dan tidak merusak perangkat makan:
1. Jenis Piring: Cara ini paling pas untuk piring keramik, porselen, alias melamin polos. Hindari penggunaan pada piring bermotif warna, lapisan emas, alias plastik tipis lantaran berisiko merusak warnanya.
2. Frekuensi: Mengingat bahan nan digunakan cukup kuat, sebaiknya lakukan deep cleaning ini sebulan alias dua bulan sekali saja saat noda sudah betul-betul parah.
3. Menghilangkan Bau: Kalau aroma klorin tetap menempel setelah dibilas, gunakan air nan dicampur perasan lemon alias cuka untuk menetralisir baunya secara efektif.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah pemutih busana betul-betul kondusif dipakai untuk perangkat makan?
Sangat kondusif selama proses pembilasan dilakukan dengan benar. Kuncinya adalah mencuci ulang piring dengan sabun dan air mengalir sampai aroma pemutih betul-betul lenyap agar tidak ada residu kimia nan tersisa.
2. Apa ada pengganti bahan lain selain pemutih?
Bisa menggunakan pasta dari campuran baking soda dan sedikit air untuk digosokkan ke noda, alias merendam piring dalam larutan air hangat nan dicampur cuka putih.
3. Bolehkah metode ini dilakukan setiap hari?
Tidak disarankan. Gunakan trik ini hanya saat noda sudah sangat parah alias sekitar satu sampai dua bulan sekali. Untuk sehari-hari, cukup cuci langsung setelah piring digunakan.
4. Mengapa piring bermotif tidak boleh dicuci dengan langkah ini?
Kandungan kimia pada pemutih berkarakter kuat, sehingga berisiko melunturkan warna motif, lapisan emas, alias perak nan ada pada piring tersebut.
5. Bagaimana langkah efektif menghilangkan sisa aroma pemutih nan membandel?
Bilas piring menggunakan air nan sudah dicampur sedikit cuka alias perasan lemon. Sifat masam dari bahan alami ini sangat efektif menetralisir aroma klorin.
(brl/lak)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·