Jakarta, CNBC Indonesia - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat menjawab kritikan mengenai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Jawaban itu disampaikan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Saan Mustopa dan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
"Saya mau menekankan ya tiap kepemimpinan mempunyai strategi dan urgensi masing-masing mengenai diplomasi dan membangun hubungan baik dengan negara-negara sahabat," kata Saan.
"Karena itu intensitas kunjungan ke luar negeri setiap ketua negara, dalam perihal ini presiden, tentu berbeda-beda. Tidak bisa dibandingkan satu dengan nan lain mengenai intensitasnya," lanjutnya.
Saan memandang dalam konteks saat ini, Prabowo memang memerlukan intensitas kunjungan nan lebih tinggi dibandingkan pemimpin sebelumnya. Sebab, dengan dinamika dunia nan tinggi saat ini, mengharuskan negara mempunyai hubungan baik dengan negara lain.
Dalam kesempatan nan sama, Dasco mengatakan, gelombang kunjungan luar negeri itu kudu dilihat dari kebutuhan dan situasi dinamika nan memengaruhi.
"Tadi sudah disampaikan, (Presiden) mempunyai strategi-strategi nan tidak bisa dibatasi sekian kali lantaran dinamis," ujarnya.
Dasco juga memandang kepergian Prabowo ke luar negeri juga selalu dilakukan dalam waktu nan singkat dan sesuai keperluan. Jika memang ada kunjungan mendadak lantaran memang dibutuhkan.
"Kalau memang dadakan memang lantaran situasi nan memang kudu membikin presiden kudu sesegera berangkat. Saya pikir hal-hal seperti itu mari kemudian beri masukan nan substansi. Tapi pembatasan-pembahasan, apalagi berangkaian jumlah dan waktu, itu tidak substantif," tutur Dasco.
Beberapa waktu belakangan, sejumlah kalangan mengkritik intensitas tinggi kunjungan luar negeri Prabowo. Salah satunya adalah Wakil Menteri Luar Negeri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ialah Dino Patti Djalal.
Dino mengungah video nan menyarankan Prabowo untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri. Dia juga mengomentari mengenai gelombang kepergian, biaya, dan perencanaan kunjungan luar negeri.
(miq/miq)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·