PII dan Kemenlu Bahas Diplomasi Keinsinyuran ke Myanmar

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

PII temui Sekjen Kemenlu untuk persiapan agenda diplomasi keinsinyuran.

, JAKARTA, – Perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, Rabu lalu. Pertemuan tersebut bermaksud membahas agenda diplomasi keinsinyuran yang bakal dilakukan PII, termasuk menghadiri pertemuan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) Mid-Term Meeting di Yangon, Myanmar, pada 28-30 Juni.

Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Andre Mulpyana, menjelaskan bahwa PII meminta info mengenai keamanan di Myanmar, mengingat adanya undangan dari AFEO. Permintaan ini didasari oleh beragam info mengenai situasi di Myanmar.

Menanggapi perihal itu, Kemenlu langsung menghubungi Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon, Novan Ivanhoe Soleh, melalui panggilan video. Berdasarkan laporan dari Novan, kondisi Myanmar, khususnya di Yangon, dinyatakan kondusif untuk dikunjungi meski sering kali media asing memberitakan situasi nan kurang akurat.

Diplomasi Keinsinyuran ASEAN

Pertemuan itu juga membahas rencana Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) nan bakal diadakan di Bandung, Jawa Barat, pada 20-22 Oktober 2026. Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyatakan bahwa CAFEO bakal menjadi forum pertukaran pengetahuan dan inovasi, serta penguatan jejaring keinsinyuran di ASEAN.

Ilham menambahkan bahwa CAFEO di Bandung bakal menampilkan beragam showcase industri teknik nasional kepada para tokoh insinyur dari negara-negara personil ASEAN.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional