
Piala Presiden 2026 menjadi pesta rakyat sepakbola Indonesia. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
JAKARTA - Peluit panjang penanda berakhirnya Piala Presiden 2026 resmi ditiup. Persebaya Surabaya keluar sebagai juara setelah menang adu penalti atas Persib Bandung dengan skor 6-5. Lebih dari sekadar arena pemanasan klub-klub papan atas sebelum mengarungi ketatnya kejuaraan reguler, gelaran jenis kedelapan ini sukses memungkasi perjalanannya dengan mengukuhkan standar baru tata kelola industri olahraga nasional nan bersih, akuntabel, berakibat ekonomi nyata, dan tetap merakyat.
Sejak pertama kali digulirkan pada 2015, Piala Presiden selalu mengusung nilai dasar nan membedakannya dari turnamen lain. Di tengah dinamika sepak bola Indonesia nan terus berbenah, Piala Presiden 2026 datang memadukan lima pilar utama ialah transparansi, fair play, peningkatan prestasi, intermezo rakyat, hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
1. Transparansi dan Audit Independen
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
Satu perihal nan menjadi karakter unik sekaligus trademark utama Piala Presiden adalah prinsip kemandirian finansial. Panitia memastikan tak ada satu rupiah pun biaya dari APBN, APBD, maupun BUMN nan digunakan untuk menyelenggarakan turnamen. Seluruh anggaran berasal murni dari sponsor swasta dan pemegang kewenangan siar.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya menjaga marwah integritas finansial dalam setiap rupiah nan berputar di turnamen ini.
“Piala Presiden delapan kali diselenggarakan tanpa menggunakan biaya APBN, APBD, maupun BUMN. Total sponsorship Piala Presiden 2026 mencapai Rp100 miliar," kata Maruarar Sirait kelar menutup turnamen Piala Presiden 2026 di Bali pada Jumat 7 Agustus 2026.
"Jika bicara transparan, tentu kudu ada ukurannya. Ukurannya jelas adalah PwC dengan standar internasional," tegas Maruarar Sirait.
Audit finansial secara independen oleh pihak internasional menjadi tembok utama menjaga kepercayaan sponsor dan masyarakat. Transparansi ini terbukti memicu peningkatan nilai bingkisan dan match fee bagi klub peserta, nan secara langsung menstimulasi profesionalisme pengelolaan klub.
2. Fair Play dan Panggung Prestasi
Laga Persib vs Persebaya berjalan sengit di final Piala Presiden 2026. (Foto: Persib.co.id)
Di atas lapangan hijau, pilar fair play dan prestasi menjadi konsentrasi utama. Panitia melengkapi seluruh laga dengan teknologi Video Assistant Referee (VAR) serta pengawasan ketat dari perangkat pertandingan independen demi meminimalisasi keputusan kontroversial.
Langkah ini diambil untuk menutup celah praktik pengaturan skor (match-fixing) nan merusak prinsip olahraga. Dengan atmosfer pertandingan nan jujur dan kompetitif, para pembimbing leluasa menguji strategi anyar, mematangkan skema tim, serta memberikan jam terbang berbobot bagi para pemain muda lokal sebelum berkompetensi di level domestik maupun Asia.
Turnamen ini bukan lagi sekadar laga uji coba tanpa beban, melainkan kawah candradimuka tempat menguji kualitas fisik, mental, dan kedalaman skuad.
3. Hiburan hingga Menggerakkan UMKM
Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026 Tsamara Amany (tengah). (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
Di luar urusan strategi dan trofi, Piala Presiden 2026 membuktikan sepak bola adalah milik publik luas. Stadion tidak hanya diisi suara nyanyian suporter, tetapi juga menjadi pusat degub ekonomi kerakyatan. Ribuan pelaku UMKM, mulai dari pedagang kuliner lokal hingga perajin merchandise merasakan akibat langsung keberadaan turnamen ini. Panitia penyelenggara apalagi secara unik memfasilitasi puluhan tenant UMKM di sekitar area stadion untuk berjualan.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, menjelaskan perputaran ekonomi dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan tren peningkatan positif nan signifikan sepanjang penyelenggaraan turnamen.
"Total perputaran ekonomi dari penjualan produk-produk UMKM telah menembus nomor Rp1,5 miliar. Angka ini meningkat jauh, sekitar 27 persen dibanding turnamen sebelumnya. Harapannya di laga puncak kita tetap bisa memberikan akibat nan baik dari sisi kompetisi, keamanan, perputaran ekonomi, dan tentu saja kebersihan," kata Tsamara Amany dalam konvensi pers di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Piala Presiden 2026 hidupkan UMKM. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
Konsep matchday experience nan diusung panitia sukses mengawinkan pertandingan sepak bola dengan pagelaran ekonomi rakyat. Panggung intermezo dan fasilitasi bagi UMKM membikin atmosfer kejuaraan tetap inklusif dan memberi faedah finansial langsung bagi pedagang kecil.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·