Kebakaran Bromo Diduga Berawal dari Perapian Pelintas Jalur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran rimba dan lahan di area Gunung Bromo adalah akibat ulah manusia.

Rudijanta mengungkapkan kebakaran nan sementara ini sedikitnya menghanguskan 176 hektare area TNBTS itu diduga dipicu oleh aktivitas manusia, dan bukan aspek alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan kami ada kemungkinannya kan itu aspek manusia jadi bukan aspek alam," kata Rudijanta, Sabtu (8/8).

Dugaan tersebut didasarkan pada letak awal munculnya titik api nan berada di puncak tebing alias perbukitan Blok Bantengan-Jantur.

Area tersebut, kata Rudijanta, merupakan jalur tradisional nan menghubungkan Desa Argosari dengan Ranu Pani. Jalur tersebut kerap dilintasi penduduk maupun pendaki.

"Karena jalur di atas kami lihat awal api itu ada di puncak tebing ini puncak tebing ini kan ada jalur apa namanya jalur tradisional nan menghubungkan Desa Argosari dan Ranu Pani," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Rudijanta menduga kebakaran berasal dari aktivitas orang nan melintas di jalur tersebut dan membikin perapian untuk menghangatkan diri di tengah suhu dingin.

Api dari perapian itu diduga tidak dipadamkan dengan sempurna hingga akhirnya tertiup angin dan menyulut kebakaran lebih meluas.

"Nah kemungkinan kadang-kadang nan melintas itu jika pas tengah-tengah dingin juga kemudian bikin perapian mungkin lupa alias seperti apa dengan cuaca seperti ini itu menjadi pemicu kebakaran seperti itu nan yang kita duga sampai saat ini," katanya.

Soal proses norma terhadap pihak nan diduga menjadi pemicu kebakaran, Rudijanta mengatakan pihaknya saat ini tetap berfokus pada upaya pemadaman api dan belum mengarah pada penelusuran pelaku.

Ia menilai kebakaran tersebut kemungkinan besar terjadi tanpa unsur kesengajaan.

"Saat ini lantaran kami tetap konsentrasi dengan pemadaman, kita belum ke arah sana. Tapi menurut saya, jika ini ada kesengajaan alias tidak sebenarnya tidak disengaja menurut kami," tuturnya.

"Nanti kami coba lihat setelah pelajari kejadiannya seperti apa," ujarnya.

Sementara itu, mengenai kerugian akibat kerusakan vegetasi dan akibat ekologis dari kebakaran, Rudijanta mengatakan pihaknya belum melakukan penghitungan. Ia menyebut perihal itu memerlukan kajian dari tenaga ahli.

"Itu belum kami hitung juga, lantaran ada mahir nan menghitung kerugian. Baik itu kerugian dari tanaman, rumput dan lain-lain. Itu butuh ahli," katanya.

Hal itu disampaikan setelah kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di area Bromo terus meluas. Data terbaru per Jumat (7/8) menyebutkan, luas area nan terbakar mencapai sekitar 176,20 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan, nomor tersebut tetap berpotensi bertambah. Sementara proses pemadaman tetap berjalan di sejumlah titik.

"Luas area terbakar kurang lebih 176,20 hektare, info berkembang," kata Satriyo dalam laporannya, Jumat (7/8) petang.

Kebakaran di area wisata Gunung Bromo ini bermulai sejak Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup sebagian area wisata hingga waktu nan belum ditentukan.

Pintu masuk wisata dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang pun tetap ditutup sementara.

Upaya pemadaman dilakukan BPBD dan petugas campuran dengan menggunakan satu unit truk pemadam kebakaran, satu unit truk tangki BPBD Jatim, satu unit mobil L300 bermuatan tandon air, satu unit drone water spray serta helikopter water bombing berjenis PK-DBM milik BNPB.

(frd/chri)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional