Ilustrasi(Dok AI)
PERTANDINGAN pamungkas Grup E Piala Dunia menjanjikan duel sengit saat tim gurem Curacao menantang raksasa Afrika, Pantai Gading di Philadelphia Stadium pada Jumat (26/6).
Setelah sempat dinilai tidak mempunyai peluang, Curacao sekarang membawa modal kepercayaan diri tinggi berkah hasil seri tanpa gol melawan Ekuador, nan membuka asa mereka untuk menghadirkan kejutan besar.
Negara kepulauan mini di Karibia itu mengawali debut turnamen mereka dengan sangat jelek setelah digulung Jerman 1-7.
Hasil itu sempat membenarkan pernyataan pembimbing veteran Dick Advocaat sebelum turnamen nan mencoba meredam ekspektasi dan menyebut skuadnya sebagai tim luar nan hanya punya kesempatan tipis untuk membikin kejutan.
Namun, performa melindungi nan gigih saat menahan seri Ekuador, ranking kedua kualifikasi Amerika Selatan, telah mengubah perspektif mereka sebelum menghadapi Pantai Gading nan tengah memburu kemenangan demi mengunci posisi runner-up grup.
Ketangguhan lini belakang Curacao tidak lepas dari peran gemilang penjaga gawang veteran berumur 37 tahun, Eloy Room.
Kiper nan bermain di kejuaraan kasta kedua Amerika Serikat tersebut melakukan serangkaian pengamanan krusial untuk menjaga gawangnya tetap perawan dari gempuran Ekuador.
"Saya semakin menyatu ke dalam pertandingan setelah melakukan beberapa pengamanan bagus. Untungnya, saya bisa menghentikan setiap tembakan," kata Room the Straits Times.
"Saya rasa saya layak mendapatkan sebuah patung di Curacao," imbuhnya.
Room dipastikan bakal kembali bekerja keras di bawah mistar gawang saat menghadapi barisan penyerang Pantai Gading nan berselera mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Setelah mengalahkan Ekuador di laga pembuka, tim berjuluk Les Elephants ini sebenarnya sempat memimpin 1-0 pada babak pertama melawan Jerman di laga kedua, sebelum akhirnya lengah dan menelan kekalahan.
Dengan Jerman nan sudah dipastikan keluar sebagai juara grup, Pantai Gading sekarang membidik posisi kedua demi menjadwalkan pertandingan babak gugur melawan Prancis alias Norwegia di Dallas pada 30 Juni mendatang.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, mengakui lini serangnya sempat membuang kesempatan dan kekurangan pengalaman saat berjumpa Jerman.
"Kami bakal menggunakan pertandingan (melawan Jerman) itu sebagai pelajaran untuk mencoba dan memperbaiki kesalahan, kekurangan nan tetap kami miliki, dan itu bakal membantu kami melangkah sejauh mungkin," ujar Fae.
Fae menambahkan bahwa dirinya sangat menantikan tantangan menghadapi Curacao untuk memandang "terbuat dari apa mereka" dan memperkirakan adanya perlawanan nan sengit.
"Nasib kami tetap ada di tangan kami sendiri, alias di kaki kami," tegas Fae.
Bagi Pantai Gading, itu merupakan penampilan keempat mereka di putaran final Piala Dunia. Sepanjang sejarah keikutsertaannya, mereka belum pernah sekalipun sukses lolos dari babak penyisihan grup. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·