Piala Dunia 2026: Norwegia Siapkan Rotasi Lawan Prancis, Deschamps Absen Dampingi Les Bleus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Norwegia Siapkan Rotasi Lawan Prancis, Deschamps Absen Dampingi Les Bleus Ilustrasi(Dok AI)

NORWEGIA dan Prancis bakal menutup fase Grup I Piala Dunia 2026 dengan situasi berbeda setelah keduanya sama sama memastikan tiket ke babak 32 besar.

Pelatih Norwegia Stale Solbakken memastikan bakal melakukan rotasi pemain saat menghadapi Prancis pada Sabtu (27/6) demi menjaga kondisi tim menghadapi fase gugur.

Keputusan tersebut diambil setelah timnya menjalani dua laga awal dengan intensitas tinggi. Norwegia dan Prancis sudah mengamankan kelolosan usai meraih kemenangan dalam dua pertandingan sebelumnya, sementara Prancis hanya memerlukan hasil seri untuk memastikan status juara grup lantaran unggul selisih gol.

Solbakken menilai laga melawan Prancis tetap penting, tetapi prioritas utama timnya adalah menjaga kesiapan menuju babak 32 besar.

"Ini pertandingan krusial (melawan Prancis) tetapi nan paling krusial adalah babak 32 besar," ujar Solbakken.

Kondisi bentuk menjadi perhatian utama setelah sejumlah pemain Norwegia mengalami kram ketika menang 3-2 atas Senegal di tengah tingginya kelembapan udara di New York.

Pelatih berumur 58 tahun itu menegaskan timnya kudu berpikir lebih jauh mengingat mereka belum mengetahui musuh maupun letak pertandingan berikutnya.

"Sangat 100 persen pasti bahwa kami perlu diistirahatkan untuk babak 32 besar secara mental dan fisik. Bisa jadi kami kudu bermain 30 menit babak perpanjangan waktu alias adu penalti," kata Solbakken.

"Kita tidak boleh menjadi terlalu serakah. Kita kudu lebih pandai daripada serakah."

Sebelumnya, penyerang Norwegia Erling Haaland juga memberi sinyal bahwa pertandingan melawan Prancis bukan prioritas utama dengan mengatakan dirinya "tidak terlalu peduli dengan pertandingan melawan Prancis".

Solbakken enggan membahas lebih jauh komentar tersebut, tetapi menegaskan Haaland tetap menempatkan kepentingan tim di atas pencapaian individu.

"Dia tidak konsentrasi untuk menjadi pencetak gol terbanyak. Dia konsentrasi pada tim dan dia adalah pemain tim nan senang ketika rekan setimnya mencetak gol," tutur Solbakken.

Di kubu Prancis, Les Bleus dipastikan tidak bakal didampingi pembimbing Didier Deschamps di tepi lapangan.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menyatakan Deschamps kembali ke Prancis setelah menerima berita duka atas wafatnya sang ibu pada Selasa (23/6) untuk menghadiri pemakaman.

"Dalam masa nan sangat menyakitkan ini, kami berambisi pembimbing kepala diberi kekuatan dan kami memastikan seluruh support untuknya," tulis FFF dikutip dari ESPN.

Asisten pembimbing Guy Stephan bakal memimpin sementara skuad Prancis, termasuk untuk laga melawan Norwegia di Massachusetts, hingga Deschamps kembali ke Amerika Serikat.

FFF tidak menjelaskan kapan Deschamps bakal kembali berasosiasi dengan tim. Sebelumnya, pembimbing berumur 57 tahun itu telah mengumumkan bakal mengakhiri masa jabatannya sebagai pembimbing Prancis setelah turnamen ini berakhir. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia