Ilustrasi(Dok Istimewa)
TIM nasional Maroko menatap laga penentuan Grup C Piala Dunia 2026 melawan Haiti pada Kamis (25/6) di Atlanta Stadium dengan kepercayaan diri tinggi.
Kemenangan tipis 1-0 atas Skotlandia pada laga kedua membuka kesempatan besar Singa Atlas melangkah ke fase gugur sekaligus meningkatkan kepercayaan skuad didikan Mohamed Ouahbi.
Performa Maroko terus menunjukkan tren positif. Setelah menahan seri Brasil 1-1 pada pertandingan pembuka, mereka tampil lebih dominan saat menghadapi Skotlandia dengan menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, meski hanya bisa mencetak satu gol.
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengaku puas dengan perkembangan nan ditunjukkan anak asuhnya.
"Kami mengendalikan pertandingan dan memaksakan style permainan kami," kata Ouahbi dikutip dari Morocco World News.
Menurut dia, terdapat peningkatan nan terlihat dibanding laga pertama. "Saya sangat puas lantaran saya memandang niat nan lebih baik daripada pertandingan pertama," sebutnya.
Ouahbi menilai pertimbangan nan dilakukan usai pertandingan pembuka mulai membuahkan hasil. Intensitas serangan tim meningkat dan para pemain tampil lebih agresif.
"Kami mempunyai kehadiran nan lebih besar di dalam kotak penalti musuh dan kemauan nan jelas untuk mencetak lebih banyak gol," kata Ouahbi.
Meski demikian, dia menegaskan penyelesaian akhir tetap menjadi aspek nan perlu diperbaiki. "Satu-satunya perihal nan kurang dari kami adalah sentuhan akhir," bebernya.
Pelatih berumur 48 tahun itu optimistis performa Maroko bakal semakin meningkat saat menghadapi Haiti.
"Saya bisa memandang bahwa kami telah meningkat dibandingkan dengan pertandingan pertama. Itulah kenapa saya percaya kami bakal menjadi lebih baik di pertandingan ketiga," sambungnya.
Bagi Ouahbi, sasaran tim bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga menjaga konsistensi perkembangan permainan.
"Yang paling krusial adalah menang dan terus berkembang di setiap pertandingan," katanya.
Selain peningkatan di lini serang, Ouahbi juga memberikan apresiasi terhadap ketangguhan lini belakang timnya saat menghadapi tekanan Skotlandia pada menit akhir.
"Kami tahu Skotlandia bakal menekan kami di akhir pertandingan. Kami memperkirakan mereka bakal menggunakan bola-bola panjang dan umpan silang," tegasnya.
Maroko bisa meredam tekanan tersebut dengan organisasi pertahanan nan tetap solid hingga laga berakhir.
"Pemain kami menunjukkan karakter nan kuat dan tetap terorganisasi. Akhir pertandingan seperti itu bakal sangat membantu kami selama sisa turnamen," ujarnya.
Kini konsentrasi Maroko sepenuhnya tertuju pada duel kontra Haiti. Dengan modal kemenangan atas Skotlandia dan performa nan terus berkembang, Singa Atlas berkeinginan mengamankan tiket ke babak berikutnya dengan penampilan nan lebih matang. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·