Jadwa Jerman vs Ekuador(Google)
TIM nasional Jerman dipastikan tetap tampil ngotot saat melakoni laga pamungkas Grup E melawan Ekuador di New York New Jersey Stadium, East Rutherford pada Jumat (26/6) meski telah mengunci posisi puncak klasemen.
Jerman sukses mengamankan tiket babak 32 besar berkah kemenangan meyakinkan atas Curacao 7-1 dan Pantai Gading 2-1 pada dua laga awal. Sebaliknya, Ekuador berada dalam situasi wajib menang setelah menelan kekalahan dari Pantai Gading dan ditahan seri tanpa gol secara frustrasi oleh Curacao.
Meski bisa melepaskan 27 tembakan saat berjumpa Curacao, anak asuh Sebastián Beccacece kandas mengonversinya menjadi gol dan sekarang menghadapi laga hidup-mati demi bisa melaju ke babak gugur.
Kendati posisi Jerman sudah aman, gelandang Nadiem Amiri menegaskan bahwa timnya tidak bakal mengendurkan intensitas permainan. Amiri memperkirakan pembimbing Julian Nagelsmann tidak bakal melakukan terlalu banyak penelitian demi menjaga momentum kemenangan.
"Kami kudu menjaga momentum ini. Kemenangan menumbuhkan kepercayaan diri. Kami berutang kepada tim lain untuk menghadapi pertandingan ini seolah-olah turnamen kami sendiri berjuntai padanya. Ini tetap pertandingan nan sangat penting," ujar Amiri dikutip dari Bulinews.
Ia menambahkan, kehadiran pedoman pendukung nan besar menjadi motivasi tambahan bagi Der Panzer. "Banyak fans Jerman bakal berada di stadion, dengan lebih banyak lagi nan menonton di rumah. Kami mau menang dan kami bakal memberikan segalanya. Saya tidak memandang Julian bereksperimen terlalu banyak. Kami bakal mendekatinya seperti sebuah final," tegas Amiri.
Di kubu lawan, Ekuador dilaporkan tidak mempunyai masalah cedera baru. Namun, pembimbing Sebastián Beccacece berkesempatan melakukan penyegaran dalam komposisi pemain setelah hasil mengecewakan kontra Curacao.
Fokus utama Jerman dalam laga ini tertuju pada kebijakan rotasi pemain nan bakal diterapkan Nagelsmann. Sang pembimbing dihadapkan pada pilihan untuk memberikan menit bermain bagi pemain pelapis, seperti penyerang pengganti Deniz Undav, sekaligus menjaga ritme dan chemistry tim menjelang babak gugur. "Ini mungkin bakal menjadi sebuah perpaduan," kata Nagelsmann mengenai komposisi skuadnya.
Oliver Baumann berpotensi diturunkan sejak menit pertama di bawah mistar gawang setelah membikin Nagelsmann terkesan dengan sikapnya menyusul kembalinya Manuel Neuer sebagai kiper nomor satu. Sementara itu, satu perubahan wajib terjadi di lini belakang setelah Nico Schlotterbeck dipastikan tidakhadir di sisa turnamen akibat cedera ligamen pergelangan kaki.
Antonio Rudiger, nan masuk menggantikan Schlotterbeck saat melawan Pantai Gading, diperkirakan bakal tampil sebagai starter mendampingi Jonathan Tah di jantung pertahanan.
Perubahan lain kemungkinan terjadi di sektor bek kiri dengan kembalinya David Raum, serta potensi masuknya Leon Goretzka di lini tengah dan Deniz Undav di lini depan setelah mencetak tiga gol dari dua laga sebagai pemain pengganti.
Pada posisi penyerang sayap kanan, Jamie Leweling berkesempatan menggantikan Leroy Sane nan dinilai kesulitan memberikan akibat pada dua laga pembuka. Nagelsmann juga mempertimbangkan untuk mengistirahatkan Jamal Musiala alias Florian Wirtz, meskipun dia bisa saja tetap mempertahankan duet imajinatif tersebut demi membangun ritme bermain sebelum fase gugur dimulai. (Ndf/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·