Grup C Piala Dunia 2026(Google)
TIM nasional Brasil mendapat suntikan angin segar menjelang laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026 kontra Skotlandia di Miami Stadium, Kamis (25/6).
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengonfirmasi bahwa bintang veteran mereka, Neymar, berkesempatan besar untuk kembali merumput dalam pertandingan hidup-mati tersebut.
Pemain berumur 34 tahun itu sebelumnya kudu menepi guna memulihkan cedera ket ketegangan otot betis nan dideritanya. Neymar tercatat terakhir kali tampil kompetitif saat memihak klubnya, Santos, di kejuaraan kasta tertinggi Brasil pada 17 Mei lalu.
Kehadirannya di atas lapangan sangat dinantikan mengingat kontribusi besarnya meski sempat didera rentetan cedera sepanjang babak kualifikasi, dengan torehan dua gol dan tiga umpan matang dari hanya empat penampilan.
Kepastian mengenai kondisi sang penyerang diungkapkan langsung oleh Ancelotti usai "Tim Samba" memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti.
"Neymar bakal berlatih besok secara perseorangan dan pada hari Senin dia bakal berlatih berbareng personil tim lainnya," ujar Ancelotti dikutip dari CNA. "Dia bakal tersedia untuk pertandingan melawan Skotlandia," imbuhnya.
Di samping berita baik mengenai Neymar, Ancelotti tetap enggan memberikan agunan starter bagi Matheus Cunha di sektor ujung tombak.
Cunha tampil impresif sebagai starter menggantikan Igor Thiago dengan memborong dua gol di babak pertama saat melumat Haiti, setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-61 kala Brasil ditahan seri Maroko 1-1 di laga perdana. "Dia mungkin saja (kembali menjadi starter)," kata Ancelotti menanggapi posisi Cunha.
Mantan pembimbing Real Madrid itu memuji kontribusi taktis Cunha nan dinilainya sukses mengacaukan barisan pertahanan lawan.
"Saya pikir posisi Matheus adalah posisi nan baik untuk menciptakan masalah bagi pertahanan," jelasnya. "Dan dia menyaring operannya dengan sangat baik, dan posisinya adalah posisi nan baik untuk menjadi efektif di lini depan," imbuhnya.
Kendati demikian, Ancelotti menegaskan tidak mau terjebak pada satu pakem strategi nan monoton dan membuka kesempatan untuk melakukan rotasi pemain di lini serang pada laga berikutnya.
"Itu bisa menjadi sebuah pilihan. Kami mendiskusikan perihal ini kemarin. Saya tidak menginginkan identitas nan jelas. Mungkin kami bakal mengubah perihal ini pada pertandingan berikutnya," kata Ancelotti.
Persaingan di Grup C saat ini terbilang sangat ketat. Brasil nan mengoleksi empat poin sekarang memimpin klasemen sementara berkah kelebihan selisih gol atas Maroko, nan pada laga sebelumnya bisa menumbangkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0.
Bagi Skotlandia, laga di Miami dipastikan bakal menjadi partai hidup-mati demi menjaga napas mereka di turnamen ini. Meski sang calon musuh berada dalam situasi tertekan, Ancelotti enggan sesumbar dan memilih konsentrasi pada pembenahan internal timnya sendiri daripada ambisi menyingkirkan lawan.
"Kami tidak berpikir untuk menyingkirkan (Skotlandia). Kami berpikir tentang bermain bagus dan berkembang, dan kami menganalisis pertandingan," tegas Ancelotti. (Ndf/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·