Produsen bir asal Denmark, Carlsberg A/S, dinilai menjadi perusahaan nan paling diuntungkan dari gelaran Piala Dunia 2026 dibandingkan para pesaingnya, meski lonjakan konsumsi bir secara dunia tak sebesar nan diperkirakan.
Analis Morgan Stanley, Sarah Simon dan Richard Li, mengatakan dengan hanya menyisakan laga final antara Argentina melawan Spanyol, serta perebutan tempat ketiga antara Inggris vs Prancis, proyeksi kenaikan penjualan bir selama turnamen sekarang lebih rendah dibandingkan perkiraan awal bulan lalu.
"Carlsberg menjadi kejutan positif nan paling jelas berkah perjalanan lebih jauh Inggris, Prancis, Swiss, dan Norwegia di turnamen," tulis analis Morgan Stanley dalam risetnya, dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (18/7).
Sejak laga pembuka Piala Dunia pada 11 Juni 2026, saham Carlsberg nan diperdagangkan di Bursa Kopenhagen telah menguat 9,6%. Sementara itu saham pesaingnya, Heineken NV, naik 8,5% di Amsterdam, sedangkan saham Anheuser-Busch InBev (AB InBev) justru turun 0,5% pada periode nan sama.
Morgan Stanley menilai performa tim-tim Eropa nan relatif lebih baik membantu penjualan bir di area tersebut. Namun, dampaknya belum cukup besar untuk mengimbangi tersingkirnya negara-negara dengan pasar bir terbesar di dunia.
"Karena pasar bir di masing-masing negara Eropa umumnya lebih mini dibandingkan Brasil alias Amerika Serikat," tulis Morgan Stanley.
Berdasarkan kondisi tersebut, Morgan Stanley memangkas proyeksi kenaikan penjualan bir dunia akibat Piala Dunia sebesar 0,07%.
Revisi itu disebabkan tersingkirnya lebih sigap dari perkiraan sejumlah tim dari negara dengan konsumsi bir besar, terutama Brasil, Jerman, dan Kolombia, serta performa tim nasional AS nan tak memenuhi ekspektasi.
AB InBev diperkirakan menjadi perusahaan nan paling terdampak. Menurut Morgan Stanley, perihal itu terutama dipicu oleh kekalahan Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar. Perjalanan Brasil nan lebih jauh dinilai sangat krusial mengingat ukuran pasar bir negara tersebut.
Meski demikian, akibat negatif terhadap AB InBev diperkirakan tidak terlalu besar lantaran perusahaan itu merupakan sponsor resmi bir untuk Piala Dunia 2026.
Sementara Heineken tetap terbantu oleh eksposurnya nan kuat di pasar Eropa, sehingga bisa meredam akibat dari tersingkirnya Brasil.
Morgan Stanley juga menyebut Royal Unibrew A/S memperoleh faedah terbatas dari keberhasilan Norwegia mencapai perempat final. Tapi, untung sebagian tergerus oleh tersingkirnya Jerman dan Belanda lebih awal.
Piala Dunia 2026 bakal berhujung pada Minggu (19/7) waktu setempat, dengan laga final mempertemukan Argentina melawan Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey. Sementara Inggris menghadapi Prancis di Miami dalam pertandingan perebutan tempat ketiga pada Sabtu (18/7) waktu setempat.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·