Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).

Penetapan tersangka diumumkan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, usai pemeriksaan terhadap Andri sebagai saksi, Jumat (12/6/2026). 

“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan berasas dua perangkat bukti nan cukup, tim interogator menetapkan Saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka,” kata Syarief kepada wartawan, Jumat (12/6/2026). 

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Andri langsung dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Perkara bermulai pada awal 2025 saat Andri nan menjadi komisaris sekaligus pengendali PT YAT berjumpa dengan Lodewyk Pusung nan saat itu menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam pertemuan tersebut, Andri mempresentasikan profil perusahaannya dengan tujuan mendapatkan proyek pengadaan peralatan di lingkungan BGN. 

Tak lama berselang, Andri mendapat info mengenai rencana pengadaan sepeda motor listrik untuk kebutuhan program MBG. 

Penyidik menduga, sejak Februari 2025, Andri aktif berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menindaklanjuti proyek tersebut, padahal proses pengadaan belum dimulai. 

“Saudara AM secara melawan norma sejak Februari 2025 melakukan komunikasi aktif dengan PPK untuk menindaklanjuti rencana pengadaan tersebut,” ujar Syarief.

PT YAT saat itu belum memenuhi syarat sebagai vendor pengadaan motor listrik. Perusahaan tersebut belum mempunyai dealer maupun bengkel aktif.

Namun untuk memuluskan langkah memenangkan proyek, Andri diduga menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak nan terlibat dalam proses pengadaan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑