Petani Lahan Kecil Didorong Mulai Maksimalkan Mekanisasi Pertanian

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Petani Lahan Kecil Didorong Mulai Maksimalkan Mekanisasi Pertanian RMA Indonesia meluncurkan traktor kompak untuk petani lahan kecil.(RMA)

Mekanisasi pertanian dinilai menjadi salah satu langkah krusial untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional di tengah berkurangnya tenaga kerja, kekuasaan lahan pertanian berskala kecil, serta upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian menyumbang 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I-2026. Kontribusi tersebut menunjukkan peran strategis sektor pertanian sekaligus pentingnya pemanfaatan teknologi agar produktivitas dan daya saing nasional terus meningkat.

Merespons kebutuhan tersebut, Mahindra Farm Equipment Sector melalui RMA Indonesia meluncurkan traktor kompak Mahindra OJA 3140 dalam pameran Inagritech 2026 di Jakarta, Selasa (28/7). Kehadiran traktor ini ditujukan untuk mendukung percepatan mekanisasi pertanian, khususnya bagi petani dengan skala upaya mini dan menengah.

Country Manager Indonesia RMA Indonesia, Toto Suharto, mengatakan mekanisasi sekarang bukan lagi sekadar alternatif, melainkan kebutuhan agar proses budidaya menjadi lebih efisien dan bisa meningkatkan hasil panen.

"Ketahanan pangan tidak hanya memerlukan kerja keras, tetapi juga teknologi nan tepat. Kami percaya mekanisasi merupakan kebutuhan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan upaya tani," ujar Toto.

Ia menjelaskan, struktur pertanian Indonesia nan tetap didominasi petani dengan lahan relatif mini membikin penggunaan traktor berukuran besar belum tentu sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Karena itu, Mahindra menghadirkan OJA 3140 nan dirancang untuk mendukung aktivitas pertanian di lahan mini hingga menengah, baik pada sawah maupun lahan kering. Traktor tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk beragam komoditas, seperti padi, jagung, hingga singkong. Menurut Toto, perusahaan mau menghadirkan solusi nan betul-betul sesuai dengan kebutuhan petani melalui pendekatan nan memahami tantangan di lapangan.

"Kami mau menjadi sobat tani. Artinya kami berupaya memahami kebutuhan mereka, memahami hambatan nan dihadapi, kemudian menghadirkan solusi nan sesuai dengan tantangan tersebut," katanya.

Selain mengedepankan keahlian kerja, perusahaan juga menekankan efisiensi operasional. OJA 3140 menggunakan bahan bakar solar dengan konsumsi nan diklaim ekonomis serta kapabilitas tangki nan kompetitif di kelasnya.

RMA Indonesia menilai pengembangan mekanisasi pertanian tidak cukup hanya melalui penyediaan alat. Karena itu, perusahaan juga memperluas jaringan pengedaran dan jasa purna jual agar petani memperoleh support teknis setelah menggunakan produk.

Saat ini, jaringan jasa RMA Indonesia telah menjangkau beragam wilayah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Sumatra, Kalimantan, Jawa Timur, Sulawesi, hingga Papua. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani dalam mengangkat perangkat dan mesin pertanian modern.

Mahindra berbareng RMA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi sektor pertanian nasional melalui pemanfaatan teknologi mekanisasi. Sebagai produsen traktor terbesar di bumi berasas volume produksi, Mahindra telah berilmu lebih dari 80 tahun dalam menyediakan beragam solusi mekanisasi pertanian di beragam negara. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia