Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menghadiri panen raya sorgum di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.(MI/BENNY BASTIANDY)
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, mendorong para petani di wilayah itu bisa mengembangkan tanaman sorgum. Sebab, komoditas tersebut bisa diolah menjadi biomassa nan menghasilkan energi.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengatakan pengembangan sorgum sebagai biomassa merupakan terobosan krusial mendukung daya berkelanjutan. Sekaligus juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kehadiran industri besar di Kabupaten Sukabumi kudu bisa memberikan faedah langsung bagi penduduk sekitar, termasuk melalui kemitraan dengan petani," katanya.
Pengolahan biomassa sorgum dust dibutuhkan untuk cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palabuhanratu. Program ini menjadi contoh sesuatu nan sebelumnya dianggap tidak berbobot sekarang berbobot ekonomis.
"Sorgum dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus mendukung kebutuhan daya PLTU," tuturnya.
Kebutuhan biomassa untuk cofiring PLTU Palabuhanratu mencapai sekitar 1.400 ton per bulan. Angka tersebut membuka kesempatan besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam rantai pasok daya baru dan terbarukan.
"Sekaligus juga mau mendukung upaya pengurangan emisi," pungkasnya.
Sorgum mempunyai siklus panen nan relatif singkat hanya sekitar tiga bulan. Manfaatnya sangat potensial sebagai sumber biomassa berkepanjangan untuk kebutuhan cofiring PLTU.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·