Ruslan menjelaskan, madu kelulut nan diproduksi selanjutnya dimakan oleh personil golongan tani selaku suplemen kesehatan harian. Kesuksesan pengelolaan perhutanan sosial nan berkepanjangan tersebut juga menyita perhatian publik luas.
"Banyak masyarakat sekitar nan sekarang berjamu ke desa kami untuk meniru pengembangan budi daya ini," tutur Ruslan.
Dia menyampaikan, budi daya tanaman kopi di dalam area lindung tersebut sejatinya telah dirintis oleh petani sejak 2007.
"Saat ini area agrowisata tersebut telah ditumbuhi sekitar 14.000 pokok tanaman kopi penghasil biji bermutu," kata Ruslan.
Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah wilayah terus menjaga keberlangsungan produk lokal unggulan ini. Komitmen semua pihak dibutuhkan agar kopi liberika Suka Rahmat tetap kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Mengenai kualitas produk, salah seorang praktisi kopi Slamet Prayogo memuji mutu biji kopi hijau jenis liberika nan dipanen dari kebun ini berasal dari ceri kopi kualitas terbaik.
"Setelah melalui proses pengolahan nan tepat, kopi serbuk ini terbukti mempunyai cita rasa nikmat sekali," jelas Slamet.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·