
6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia (Foto: Kementan)
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya mafia di kembali kenaikan nilai beras nan terjadi di tengah kondisi stok nan dinilai melimpah. Selain nilai naik, peran mafia ini disinyalir membikin beras premium langka di ritel modern.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan nilai beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Eceran Pemerintah (HET) alias Harga Acuan Pemerintah (HAP).
"Beras kenapa naik? Kenapa naik padahal stok banyak? Ada mafia. Ini nan bikin ribut," kata Amran dalam konvensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta nilai beras naik hingga langka, Jakarta, Minggu (24/9/2026).
1. Mentan Ungkap Kerugian Rp90 Triliun
Mentan menyebut dugaan praktik tersebut merugikan masyarakat hingga Rp90 triliun. Dia mencontohkan adanya beras nan dibeli dengan nilai Rp13.000, namun kemudian dijual hingga Rp57.000 per kg.
"Tahu nggak? Itu Rp90 triliun diambil haknya rakyat. Itu penipuan. Haknya rakyat kan? Benar nggak? Ya itu nan diberitakan. Benar. Bayangkan harganya Rp13.000. Dia jual Rp57.000. Adil nggak itu? Menurutmu apa dia? Orang baik? Penipu," lanjutnya.
Menurut Amran, kenaikan nilai beras saat ini tidak semestinya terjadi lantaran pemerintah mempunyai stok beras dalam jumlah besar. Dia menegaskan tidak bakal memberikan ruang bagi praktik mafia beras.
"Enggak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan," tegas Amran.
2. Upaya Turunkan Harga Beras
Dalam upaya menekan nilai beras, pemerintah, kata Amran terus menggelar operasi pasar serta menyalurkan support pangan. Dia menyebut support pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diberikan ke masyarakat di seluruh Indonesia.
"Sekarang, kita saya kira dalam waktu dekat. Kita sekarang operasi pasar. Kemudian support pangan untuk 33,4 juta orang seluruh Indonesia. Kemudian SPHP ada 1 juta. Sudah, insyaallah turun (harga)," tegasnya.
24 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·