Pesta Pernikahan di Iran Berubah Jadi Tragedi Akibat Serangan AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pesta Pernikahan di Iran Berubah Jadi Tragedi Akibat Serangan AS Ilustrasi.( various sources / AFP)

SERANGAN militer Amerika Serikat (AS) di wilayah pesisir Iran mengubah sebuah pesta pernikahan menjadi tragedi. Sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak, tewas. Sebanyak 68 lainnya terluka setelah serangan menghantam area Kuhestak, Provinsi Hormozgan, di dekat Selat Hormuz, Selasa (1/9) malam waktu setempat.

Rekaman videonya beredar luas di Iran pada Rabu (2/9) waktu setempat nan memperlihatkan letak pesta nan porak-poranda. Hiasan pernikahan berceceran di tanah, sementara sepatu dan puing gedung terlihat ditinggalkan di tengah kepanikan.

Dalam salah satu rekaman, terdengar bunyi orang-orang berteriak ketika petugas penyelamat mendatangi letak untuk mengevakuasi korban. Video lainnya memperlihatkan seorang laki-laki mengambil sandal putih berhiaskan tali berkilau dari antara puing.

"Kalian orang-orang jahat telah menyerang rumah penduduk dan mengubah pesta pernikahan mereka menjadi pemakaman," kata seorang laki-laki nan tampak dalam video seperti disiarkan instansi buletin Fars.

Televisi pemerintah Iran juga menayangkan rekaman dari letak kejadian. Seorang reporter menunjukkan potongan logam nan gosong dan menyebut barang itu sebagai bagian dari rudal Amerika nan menyebabkan pesta pernikahan berubah menjadi tragedi.

Bulan Sabit Merah Iran menyatakan serangan terjadi di Kuhestak, sebuah kota pesisir di bagian selatan negara itu. Serangan tersebut berjalan setelah AS mengumumkan operasi terhadap sejumlah sasaran nan dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan terhadap sasaran IRGC sebagai respons atas dugaan upaya serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz serta personel militer AS nan ditempatkan di area tersebut.

Meski laporan mengenai korban sipil muncul setelah serangan, ahli bicara CENTCOM menegaskan bahwa militer AS tidak menargetkan penduduk sipil. AS juga belum menjelaskan secara spesifik sasaran nan diserang di Kuhestak.

Serangan tersebut tidak hanya merusak letak pesta. Pemerintah Provinsi Hormozgan menyebut sejumlah menara dan akomodasi telekomunikasi serta internet mengalami kerusakan parah.

Kerusakan itu mengakibatkan gangguan pada jaringan komunikasi di wilayah sekitar.
Televisi pemerintah menampilkan gambar sebuah menara komunikasi nan roboh. Rangka logam nan bengkok tampak berceceran di jalan.
Sejumlah media Iran memperkirakan menara tersebut berjarak sekitar 140 meter dari letak pesta pernikahan.

Pada Rabu pagi, Bulan Sabit Merah Iran merilis rekaman udara nan memperlihatkan kerusakan di letak setelah mentari terbit. Atap sebuah gedung tampak jebol, sementara puing dan reruntuhan memenuhi area sekitar serta gang-gang di dekatnya. Ayah mempelai perempuan, Ali Mallahi, menyebut serangan tersebut sebagai peristiwa nan sangat menyedihkan.

"Saya betul-betul tidak tahu kudu berbicara apa. Syukurlah jumlah korban tidak lebih banyak," kata Mallahi dalam rekaman nan disiarkan televisi pemerintah.

Sejumlah rekaman nan disiarkan media Iran juga memperlihatkan anak-anak nan terluka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang laki-laki dengan luka di bagian kepala menceritakan detik-detik sebelum ledakan. Dia mengatakan sedang menuju letak pesta ketika mendengar bunyi pesawat tempur di udara. Menurut kesaksiannya, banyak wanita dan anak-anak mengalami luka parah dalam kejadian tersebut.

"Ketika kami tiba di sana, terjadi ledakan. Ledakannya sangat kuat. Bahkan sebelum saya sampai, pecahan dan puing gedung menghantam kepala dan wajah saya hingga saya kehilangan kesadaran," ucap laki-laki tersebut dalam rekaman nan disiarkan media setempat.

"Anak-anak dan wanita banyak nan mengalami luka mengerikan. Mereka semua adalah penduduk biasa," katanya.

Dalam sebuah unggahan, mempelai wanita serta laki-laki dan family dekat keduanya selamat dari serangan.

Serangan di Kuhestak terjadi di tengah bentrok nan tetap membara. Gencatan senjata nan dicapai pada April lampau sempat menghentikan fase pertama saling serang secara besar-besaran. Namun, bentrok sporadis tetap terjadi, terutama di sekitar Selat Hormuz.

(AFP/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia