Karawang, CNN Indonesia --
Sebanyak ratusan penduduk Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang telah kehilangan rumah mereka dalam 10 tahun terakhir akibat abrasi dan ketinggian muka air laut nan terus naik.
Hingga Mei 2026, info Kantor Desa Cemarajaya mencatat total ada 321 rumah penduduk direlokasi. Sementara, ada 51 rumah lain nan tetap memilih bertahan.
Proses relokasi 321 rumah dilakukan dalam dua gelombang. Pertama, mulai 2018, sebanyak 299 rumah nan direlokasi. Teranyar, relokasi dilakukan pada Mei 2026 lampau nan jumlahnya sebanyak 22 rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah nan sekarang terealisasi, nan udah dihuni itu 299, sama nan bulan kemarin ada penambahan 73. Nah, 73 itu nan baru dihubungi 22 rumah, jadi 299 tambah 22 rumah," kata Kepala Seksi Pelayanan Desa Cemarajaya, Eli Damanik ditemui di lokasi, Selasa (2/6).
Pemerintah Kabupaten Karawang telah memindahkan warga ke Perumahan Sekong. Jarak perumahan ini kurang dari satu kilometer dari bibir pantai. Perumahan Sekong unik disediakan untuk penduduk nan rumahnya terancam lenyap lantaran abrasi.
Namun, meski telah mendapat rumah baru, mereka tak betul-betul pindah. Sebagian memilih tetap menempati rumah lama lantaran argumen mata pencaharian. Padahal, rumah tersebut berada dalam bayang-bayang banjir rob lantaran hanya berjarak sepelemparan batu. Bahkan, beberapa rumah persis berada di bibir pantai.
Sementara itu 51 rumah penduduk lain memilih memperkuat akibat simpang siur info proses relokasi dan menunggu gelombang relokasi selanjutnya.
"Dulu simpang siur berita beritanya. Asumsi masyarakat mereka dapat rumah, tapi rumahnya [rumah lama] ditinggalkan. Mungkin mereka beranggapan rumah gede, dapatnya kecil," kata Eli.
Eli membantah info tersebut. Dia menegaskan penduduk tetap bisa menempati rumah mereka nan lama di samping mereka juga tetap bisa tinggal di rumah relokasi.
"Bahwasanya dari Pemda ini betul-betul dikasih, tanpa menggusur alias menggantikan rumah nan lama," katanya.
Desa Cemarajaya berada di ujung pesisir Utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Desa itu terdiri dari enam dusun, nan empat di antaranya melewati sekitar 12 kilometer garis pantai nan menghadap langsung Laut Jawa.
Keempat dusun itu yakni, Pisangan, Mekarjaya, Cemarajaya I Utara dan Cemara2. Pisangan dan Mekarjaya menjadi dusun dengan kerusakan terparah akibat pengikisan dan tanah ambles.
Pemerintah desa mencatat setiap dua tahun, sekitar 2 meter garis pantai di empat desa tersebut habis. Akibatnya, tanggul dan mangrove tak lagi bisa menahan air laut, terutama saat masa-masa pasang nan sekarang kian tak menentu.
Rumsah (43) misalnya, hanya bisa mengenang jejak rumah orang tuanya nan sempat berhadap-hadapan dengan rumah nan dia dinggali di Dusun Pisangan.
Kini, rumah Rumsah langsung berhadap-hadapan dengan laut dan tanggul berbatu. Ia hanya berterima kasih orang tuanya telah direlokasi ke rumah nan baru, meski dirinya tetap bertahan.
"Ibu saya rumahnya abis sebelah sana [seberang]," ujarnya dengan bunyi memelas.
Meski begitu, Kabupaten Karawang disebut telah menargetkan proses relokasi rampung tahun ini terhadap 51 rumah penduduk lain nan tetap bertahan.
(thr/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·