Pesatnya AI Dorong Telin Perluas Ekspansi Konektivitas hingga Amerika Latin

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Dirut Telkom Indonesia Dian Siswarini memberi sambutan dalam sesi opening ceremony Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pesatnya perkembangan kepintaran buatan (AI) mendorong kebutuhan konektivitas dunia nan semakin besar. Melihat kesempatan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) menyiapkan ekspansi jaringan ke sejumlah koridor baru, termasuk hingga Afrika dan Amerika Latin.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan, kebutuhan terhadap konektivitas internasional semakin strategis seiring tersebarnya pusat komputasi, cloud, dan info center di beragam area dunia.

Hal tersebut disampaikan Dian dalam opening ceremony Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).

Menurut Dian, konektivitas menuju klaster komputasi dunia memerlukan bandwidth tinggi, latensi rendah, routing nan fleksibel, serta ketahanan jaringan.

Karena itu, Telkom melalui Telin tidak hanya mengembangkan kapabilitas kabel laut, tetapi membangun platform rute dunia nan mengintegrasikan kabel laut, jaringan terestrial, info center, dan hubungan cloud.

“Ke depan, kami mengembangkan platform rute dunia nan terdiri dari koridor terkelola secara end-to-end, dengan mengintegrasikan sistem kabel laut, jaringan terestrial, pusat data, dan hubungan cloud,” ujar Dian.

Ekspansi hingga Afrika-Amerika Latin

Ilustrasi konektivitas global. Foto: NicoElNino/Shutterstock

Dian mengatakan, Telkom tengah memperkuat sejumlah koridor utama nan menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi dan teknologi dunia.

Selain rute intra-Asia, trans-Pasifik, dan Asia-Eropa, Telkom menyiapkan ekspansi berikutnya menuju Timur Tengah dan Afrika, koridor trans-Atlantik, serta Amerika Serikat-Amerika Latin.

Strategi tersebut membikin ekspansi Telin tidak lagi hanya berorientasi pada konektivitas regional, tetapi membangun jaringan nan mencakup beragam pusat ekonomi digital dunia.

Untuk meningkatkan ketahanan jaringan, Telkom juga menargetkan 4-5 pilihan rute pada koridor prioritas. Dengan demikian, pengguna tetap mempunyai pengganti ketika satu alias beberapa jalur mengalami gangguan.

Telkom juga bergerak menuju konektivitas point-of-presence (PoP) to PoP, sehingga pengguna dapat menjangkau letak nan dibutuhkan tanpa kudu mengelola setiap segmen jaringan secara terpisah.

“Singkatnya, kami bergerak dari sambungan perseorangan menuju koridor terkelola, serta dari konektivitas dasar menuju hasil nan dikelola secara menyeluruh,” kata Dian.

Dari Jual Kapasitas ke Platform Global

Ilustrasi belajar AI. Foto: Summit Art Creations/Shutterstock

Perubahan strategi tersebut sekaligus mengubah model upaya konektivitas internasional Telkom.

Jika sebelumnya upaya wholesale internasional lebih banyak menjual kapabilitas dari masing-masing aset kabel, ke depan Telin bakal menawarkan konektivitas melalui koridor nan dikelola secara terintegrasi.

Otomatisasi jaringan juga bakal dikembangkan agar kapabilitas menjadi lebih fleksibel, dapat diprogram, dan bisa mengikuti perubahan kebutuhan pelanggan.

Model tersebut ditujukan untuk melayani kebutuhan hyperscaler, perusahaan, dan platform digital nan semakin berjuntai pada konektivitas berkapasitas tinggi di tengah pertumbuhan AI.

Ekspansi ini juga menjadi bagian dari ambisi Telkom untuk mentransformasi upaya internasionalnya dari sekadar penyedia konektivitas menjadi platform prasarana digital global.

Secara terpisah, Telin juga tengah mengembangkan program Indonesia Cable Express (ICE) nan mencakup 14 proyek kabel laut untuk menghubungkan Indonesia dengan sejumlah area dunia, termasuk Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Australia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan