Pesan 'Yang Nggak Sanggup Minggir' dari Prabowo untuk Menteri-menteri

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Denpasar -

Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan serius kepada jajarannya di Kabinet Merah Putih. Ia mewanti-wanti agar jajarannya keluar dari kabinet jika merasa tidak sanggup bekerja di tanggal merah.

Pernyataan Prabowo ini diutarakan saat groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi, Selasa (25/8/2026). Prabowo mengatakan kabinetnya terus bekerja nyaris tanpa mengenal hari libur.

"Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin nyaris tidak ada tanggal merah," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan itu risiko, akibat pengabdian. nan tidak sanggup boleh minggir, banyak nan mau menggantikan saudara," lanjutnya.

Dalam kesempatan nan sama, Prabowo menyampaikan ucapan selamat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW alias Maulid Nabi. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya memperingati Maulid Nabi dengan tetap bekerja keras.

"Kita tetap bekerja lantaran kita juga menyadari kita sebagai insan nan bertakwa, selain berdoa, kita selalu menjunjung tinggi agama. Kita juga kudu berkarya, bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita," lanjutnya.

Diketahui, Prabowo sudah beberapa kali menyampaikan pesan serupa. Menteri nan tidak sanggup bekerja secara maksimal dipersilakan mundur alias minggir.

Saat Copot Dadan dkk

Pesan serupa pernah disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam aktivitas 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition', Rabu (3/6/2026). Pada momen itu, Prabowo mengungkap alasannya mencopot tiga mantan ketua Badan Gizi Nasional (BGN) nan tersandung kasus korupsi penyimpangan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketiganya ialah Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

Prabowo menegaskan bahwa negara tidak bakal ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun nan mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Prabowo menyatakan siap memperkuat kapabilitas lembaga pengawasan dan abdi negara penegak norma untuk memastikan program melangkah sesuai tujuan.

"Saya tidak mau duit rakyat dicuri. Saya tidak mau duit rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," tegas Prabowo.

Prabowo pun meminta seluruh kepala dapur dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memperkuat pengawasan di lapangan serta tidak terlibat dalam praktik-praktik nan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menegaskan keberhasilan program tersebut merupakan amanah besar nan kudu dijaga bersama.

"Maka ini pekerjaan nan mulia bagi kita. Dan ini kudu berhasil, bakal berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, jika kalian tidak sungguh-sungguh, jika kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. nan krusial kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," pungkas Prabowo.

Saat Acara GSN

Prabowo juga pernah mewanti-wanti jejeran menterinya untuk keluar dari kabinet bagi nan tidak mau bekerja sama. Hal itu disampaikan Prabowo dalam aktivitas Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (2/11/2024).

Prabowo mulanya mengaku pernah mempelajari peradaban sukses Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman). "Dikatakan bahwa tidak ada negara nan sukses tanpa pemerintah nan bersih. Tidak ada kemakmuran tanpa keadilan," kata Prabowo.

"Tidak ada negara nan sukses jika rakyatnya tidak bahagia, ini aliran sejarah ratusan tahun, tidak ada negara sukses tanpa pemerintah nan bersih," sambungnya.

Karena itu, Prabowo berkomitmen menjadi pemimpin Indonesia nan bersih. Ia pun meminta pihak-pihak nan tidak mau bersama-sama memajukan bangsa agar bersedia minggir.

"Karena itu, saya berkeinginan memimpin pemerintah Indonesia nan bersih. nan berbareng saya, ayo, nan tidak mau sama saya, pinggir. Mari kita bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia, mari kita amankan semua kekayaan bangsa Indonesia," ujarnya.

(isa/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News