Paus Leo XIV(AFP/JOSEP LAGO)
MENJELANG upacara pembukaan Piala Dunia 2026 nan bersejarah, pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan reflektif bagi para atlet dan fans sepak bola di seluruh dunia.
Melalui pernyataan resmi, Kamis (11/6), Paus menekankan bahwa turnamen sepak bola terbesar sejagat ini kudu menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarmanusia.
Paus Leo XIV menyoroti filosofi dasar sepak bola nan sangat relevan dengan kehidupan sosial. Menurutnya, lapangan hijau adalah miniatur kehidupan di mana kerja sama tim jauh lebih berbobot daripada ambisi pribadi.
"Piala Dunia dimulai besok, dan banyak orang bakal menonton pertandingannya. Sepak bola mengingatkan kita pada sesuatu nan tidak boleh kita lupakan: hidup bukanlah perlombaan untuk pamer sendiri, tetapi jalan nan kita pelajari untuk dilalui bersama," cuit Paus Leo XIV melalui akun resminya.
Lebih lanjut, beliau memberikan afinitas mengenai pentingnya "operan bola" sebagai simbol kepedulian terhadap sesama.
"Siapa pun nan tidak tahu langkah mengoper bola, meskipun berbakat, belum memahami permainan ini. Siapa pun nan tidak tahu langkah hidup berbareng dan untuk orang lain belum memahami hidup," tambahnya.
Era Baru Piala Dunia: 48 Negara di Tiga Benua
Piala Dunia 2026 menandai babak baru dalam sejarah FIFA. Untuk pertama kalinya, turnamen ini diselenggarakan di tiga negara tuan rumah sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selain itu, jumlah peserta membengkak dari 32 menjadi 48 negara, memberikan kesempatan lebih luas bagi beragam konfederasi untuk bersaing di panggung tertinggi.
Pertandingan pembuka bakal digelar di tempat nan sangat ikonik, Stadion Azteca di Mexico City. Tuan rumah Meksiko dijadwalkan menjamu Afrika Selatan dalam laga nan diprediksi bakal menyedot perhatian jutaan pasang mata.
| Laga Pembuka | Meksiko vs Afrika Selatan |
| Stadion | Stadion Azteca, Mexico City |
| Tanggal Mulai | 11 Juni 2026 |
| Total Peserta | 48 Negara |
Turnamen ini bakal berjalan hingga 19 Juli 2026. Dengan pesan perdamaian dari Paus Leo XIV, diharapkan persaingan sengit di lapangan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan, sesuai dengan semangat sepak bola sebagai bahasa universal dunia. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·