Pesan Khusus Ramos Horta untuk Megawati

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Dalam pertemuan tersebut, Hasto juga menegaskan pentingnya kerja sama antarpartai, khususnya mengenai dengan pelembagaan partai, dan gimana menjaga demokrasi.

Hasto mengatakan, Presiden Ramos Horta memahami PDIP sering dikaitkan dengan istilah Marhaen. Maka dia pun menyinggung perihal nan nyaris serupa. Di Timor Leste disebut Maubere.

Sebagaimana diketahui, Marhaen adalah nama seorang petani mini di Bandung nan ditemui Soekarno pada tahun 1920-an. Pertemuan ini menginspirasi Soekarno menciptakan istilah Marhaenisme sebagai simbol perjuangan kaum miskin, kaum tertindas, dan rakyat kecil.

"Presiden Ramos Horta menyampaikan bahwa ada kesamaan antara Marhaen dan Maubere. Maubere adalah istilah dalam bahasa Tetum nan merujuk pada rakyat jelata, kaum petani, alias masyarakat original Timor Leste," sebut Hasto.

Presiden Ramos Horta juga menekankan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Presiden menyoal bahwa pendidikan saja tidak memadai tanpa pengalaman dan keahlian. Untuk itu diperlukan reformasi pendidikan nasional.

Presiden menyampaikan bahwa Timor Leste mempunyai Human Capital Development Fund, suatu sistem pemerintah untuk training dan danasiwa guna membangun keahlian dan kapabilitas ahli bangsa, nan didirikan pada tahun 2011.

Usai pertemuan, Hasto menyerahkan cinderamata berupa kain batik ke Presiden Ramos Horta.

Hasto didampingi oleh Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita