Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada Korps Brimob Polri agar selalu siap dalam menghadapi perkembangan situasi global geopolitik, dan geoekonomi nan tengah terjadi saat ini.
Pernyataan ini disampaikan saat membuja Rakernis Korps Brimob Polri nan dihadiri 7.000 anggota. Ia menyebut, situasi dunia nan terjadi saat ini dapat berakibat kepada kondisi dalam negeri.
"Kita kudu terus mengikuti dan mewaspadai akibat ataupun implikasi dari bentrok nan terjadi antara Israel melawan Iran," ujar Listyo saat membuka Rapat Kerja Teknis Korps Brimob Polri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, dia meminta kepada seluruh personil Brimob untuk betul-betul mempelajari situasi dan kondisi nan ada saat ini. Ini tidak terlepas dari Korps Brimob sebagai special force dari Polri.
"Oleh lantaran itu tolong pelajari betul mengenai dengan situasi dan eskalasi nan ada, pelajari kondisi dan medan di lapangan, persiapkan peralatan nan rekan-rekan miliki sehingga pada saat rekan-rekan turun peralatan-peralatan nan ada nan melekat pada diri rekan-rekan siap untuk digunakan," terang Listyo.
Ingatkan Pasukan Dekat dengan Masyarakat
Tak hanya memahami situasi dunia terkini, Kapolri turut meminta kepada Korps Brimob untuk memperlihatkan bahwa mereka ada pasukan nan dekat dengan masyarakat.
Dia meminta andaikan ada aktivitas operasi kemanusiaan, agar dilakukan dengab sungguh-sungguh. Dengan begitu, kehadiran Korps Brimob betul-betul terasa di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Listyo menekankan pada personil Korps Brimob untuk terus melakukan evaluasi, simulasi, dan latihan. Menurutnya, kekompakan personil adalah kunci keberhasilan bagi Korps Brimob dalam menjalankan sebuah misi.
Kompak dan Solid adalah Kunci
Listyo yakin, seberat apa pun tugas bakal mudah dihadapi jika kekompakan dan soliditas melangkah beririnvan.
"Seberat apa pun sepanjang kita solid, sepanjang kita kompak, maka saya percaya bahwa seberat apa pun tugas tersebut rekan-rekan pasti bakal bisa menghadapinya," terang Listyo.
Soliditas tak hanya dilakukan kepasa internal kepolisian, dia meminta kepada Korps Brimob untuk terus berkomunikasi dengan mitra strategis, dalam perihal ini TNI.
Komunikasi ini dinilai bisa mempermudah koordinasi ketika menghadapi sebuah dinamika maupun masalah berbareng di lapangan nan bakal terjadi.
"Ketahanan suatu negara ditentukan oleh langkah dalam menghadapi tantangan dan ancaman secara cermat. Dengan demikian, akibat ancaman bakal semakin kecil, sehingga kehadiran Korps Brimob betul-betul dirasakan oleh masyarakat," jelas Listyo.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·