Pertagas OKA Bawa Sederet Inovasi untuk Kesejahteraan Petani dan UMKM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area (Pertagas OKA) menjadi salah satu perusahaan nan menjalankan upaya secara bertanggung jawab dengan melalui penemuan di bagian lingkungan nan berakibat bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. Inovasi tersebut memusatkan penyelesaian masalah pada sistem pengelolaan air Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dan bermuara pada pemanfaatan air bersih di bagian pertanian hingga kebutuhan sehari-hari.

Inovasi ini merupakan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan program Corporate Social Responsibility PT Pertamina Gas OKA nan keempat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan ranking Emas dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inovasi nan dilakukan ialah Karya Akselerasi Desa Sejahtera di Kecamatan Samboja, kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur (Karyadarsa). Adapun Inovasi Karyadarsa mempunyai tiga subprogram, meliputi Tirta Karya, Tani Karya, dan Niaga Karya.

Karyadarsa berangkat dari persoalan tercemarnya sumber dan mengakibatkan akses air bersih minim. Kualitas dan sistem pengedaran air nan jelek tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat Desa Karya Jaya dalam bagian pertanian, sosial, dan ekonomi.

Dalam subprogram Tirta Karya, Pertegas OKA membawa penemuan Aquagrid System untuk membantu 530 family nan mengalami kesulitan akses air dan membantu sistem pengedaran air pertanian nan belum optimal.

Dengan penemuan ini, ekosistem air sukses optimal melalui pengelolaan pengedaran air bersih nan berkepanjangan bagi masyarakat.

Sementara dalam Tani Karya, Pertagas OKA memanfaatkan lahan kritis untuk pertanian dan perkebunan demi mengatasi persoalan petani nan minim akses. Subprogram ini juga membantu petani rentan geografis melalui penyediaan plasma pertanian seluas 2,5 hektar.

Ada juga penemuan pertanian semi organik dengan memanfaatkan limbah kotoran nan hewan desa nan tidak diolah. Langkah ini menurunkan modal pembelian pupuk kimia hingga Rp 500 ribu per ton per bulan.

Terakhir adalah sub program Niaga Karya. Niaga Karya mengatasi beragam persoalan seperti belum adanya pasar bagi produk lokal serta minimnya pengganti pendapatan bagi masyarakat desa.

Program ini turut menciptakan unit upaya UMKM dan menjembatani kerja sama upaya lokal, memberikan akses terhadap peningkatan kualitas produk UMKM, serta memberikan konsolidasi upaya dan pembelajaran kolektif UMKM.

Niaga Karya pun membawa akibat meningkatkan kapabilitas bagi personil golongan UMKM dengan mencatat sebanyak 9 personil aktif UMKM Karya Jaya. Selain itu, sebanyak 8 produk UMKM tersertifikasi legal dan terdaftar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Program Niaga Karya turut memperkuat jaringan pemasaran sehingga mendongkrak pendapatan 120 ribu per orang per bulan dan memberikan training bagi golongan UMKM dua kali dalam tahun.

Tak hanya akibat sosial, Pertagas OKA juga melakukan Eco Inovasi untuk lingkungan berupa Piping Irrigation System for Agriculture (PISPA) 2.0. PISPA 2.0 digunakan untuk menangani persoalan sistem irigasi petani Desa Martadinata, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, lantaran kekeringan lahan dan kurang efektifnya pekerjaan penyiraman nan dilakukan dengan sistem manual.

Sistem PISPA 2.0 dirancang dengan memanfaatkan model pengelolaan gas nan diterapkan pada model pengedaran air, menggunakan limbah PIPA PVC nan tidak terserap perusahaan. Selain itu pada PISPA 2.0 juga memanfaatkan daya solar panel untuk penerapan daya bersih sehingga menghemat biaya operasional. 

(bul/bul)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News