Laga Super League antara Semen Padang dan Persebaya Surabaya.((chatgpt))
PERSEBAYA Surabaya tampil luar biasa saat bertandang ke Stadion H. Agus Salim pada lanjutan BRI Super League 2025/2026, Jumat (15/5). Tim berjuluk Bajol Ijo itu sukses melumat tuan rumah Semen Padang dengan skor telak 7-0, sekaligus mencatat kemenangan berhistoris di markas lawan.
Hasil impresif tersebut membawa Persebaya naik ke ranking empat klasemen sementara dengan koleksi 55 poin, memperkuat posisi mereka dalam persaingan papan atas liga musim ini.
Sejak awal pertandingan, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan dan menutup babak pertama dengan kelebihan 2-0. Dominasi permainan terlihat jelas, dengan penguasaan bola dan intensitas serangan nan terus menekan lini pertahanan Semen Padang.
Memasuki babak kedua, pembimbing Persebaya melakukan perubahan strategi untuk menambah daya gedor. Salah satu pergantian pemain dilakukan dengan memasukkan Koko Ari menggantikan Riyan Ardiansyah. Perubahan ini terbukti efektif dalam meningkatkan agresivitas permainan.
Baru lima menit babak kedua berjalan, Persebaya kembali menambah kelebihan melalui Bruno Moreira. Gol tersebut berasal dari visi permainan Francisco Rivera nan mengirimkan umpan terobosan matang ke ruang kosong, memanfaatkan pergerakan Bruno dari lini tengah. Dengan tenang, Bruno melewati kiper dan menyelesaikan kesempatan untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Petaka bagi Semen Padang semakin berat ketika Ade Kristiano diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-60 akibat pelanggaran terhadap Bruno Moreira. Bermain dengan 10 orang membikin tuan rumah semakin kesulitan keluar dari tekanan.
Keunggulan jumlah pemain dimaksimalkan Persebaya. Pada menit ke-64, Mihailo Perovic sukses mencetak gol setelah menerima umpan jeli dari Jefferson Silva di dalam kotak penalti. Skor pun melebar menjadi 4-0.
Tak lama berselang, pembimbing Persebaya kembali melakukan rotasi dengan memasukkan Bruno Paraiba untuk menjaga intensitas serangan. Pergantian ini langsung memberi akibat signifikan.
Pada menit ke-66, Persebaya mendapat bingkisan penalti setelah Bruno Moreira dilanggar di area terlarang. Bruno Paraiba nan ditunjuk sebagai penyelenggara sukses menjalankan tugasnya dengan baik, membawa Persebaya unggul 5-0.
Dominasi tim tamu terus berlanjut. Menit ke-74, Bruno Paraiba kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambut umpan silang Jefferson Silva dengan penyelesaian sederhana di depan gawang, menjadikan skor 6-0.
Meski telah unggul jauh, Persebaya tetap menjaga tempo permainan. Pelatih kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Gali Freitas dan M. Ichas untuk menggantikan Francisco Rivera serta Toni Firmansyah.
Pesta gol Persebaya ditutup pada masa injury time, tepatnya menit 90+3. Bruno Paraiba melengkapi penampilan gemilangnya dengan hattrick setelah menyundul umpan silang Milos Raickovic tanpa kawalan berarti. Bola mengarah ke tiang jauh dan memastikan skor akhir 7-0.
Kemenangan besar ini tidak hanya mempertegas kekuasaan Persebaya dalam laga tersebut, tetapi juga mengakhiri catatan jelek mereka nan telah 11 tahun tidak pernah meraih kemenangan di kandang Semen Padang. (
English (US) ·
Indonesian (ID) ·