
Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. (Foto: PBSI)
PROFIL dan pendidikan Leo Rolly Carnando menarik diulas. Leo kembali menjadi sorotan setelah mengantarkan Indonesia meraih lencana emas bulu tangkis di Asian Games 2026.
Bersama Daniel Marthin, Leo tampil gemilang di nomor dobel putra dan menutup perjalanannya dengan lencana emas. Tidak hanya meraih emas dari nomor perorangan, Leo dan Daniel sebelumnya juga menjadi bagian dari tim Indonesia nan merebut lencana emas beregu putra. Dengan demikian, Leo mengakhiri Asian Games 2026 dengan dua lencana emas.

Pada final dobel putra nan berjalan di Ichinomiya, Aichi, Selasa 29 September 2026, Leo/Daniel mengalahkan pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang. Pasangan berjuluk The Babbie situ menang usai tarung tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.
1. Profil Leo Rolly Carnando
Leo Rolly Carnando lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2001. Saat ini dia bermain di sektor dobel putra dan menggunakan tangan kanan.
Dilansir dari laman resmi PBSI, Leo mempunyai tinggi badan 170 cm dan mulai masuk Pelatnas pada 2017. Ia sebelumnya menimba pengalaman di klub PMS Solo sebelum kemudian berasosiasi dengan PB Djarum.
Leo berasosiasi dengan PB Djarum pada 2015. Di luar lapangan, Leo mempunyai kegemaran jalan-jalan dan menyukai masakan rumahan, Jepang, serta Korea.
Leo tumbuh di family nan dekat dengan olahraga bulu tangkis. Sang kakak, Samudra, menjadi salah satu sosok nan memperkenalkannya kepada olahraga tersebut sejak kecil.
Leo sudah menunjukkan kesukaan pada bulu tangkis sejak usia sangat dini. Ia kerap menemani sang kakak berlatih dan apalagi terbiasa membawa raket kesayangannya ketika tidur.
Ketika duduk di kelas 1 SD, Leo mulai berasosiasi dengan klub bulu tangkis. Perjalanannya kemudian bersambung melalui sejumlah klub di Solo hingga akhirnya berasosiasi dengan PB Djarum pada 2015.
2. Pendidikan Leo Rolly Carnando
Soal pendidikan umum Leo Rolly Carnando, ini tidak banyak info nan dipublikasikan secara rinci. Namun, Leo diketahui menempuh pendidikan berbarengan dengan proses pengembangan kariernya sebagai atlet.
Leo memang sudah diarahkan untuk serius menekuni bulu tangkis sejak usia muda. Keluarganya tetap menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap pendidikan, sembari memberikan ruang bagi Leo untuk mengembangkan talenta olahraganya.
Setelah berasosiasi dengan PB Djarum pada 2015, konsentrasi Leo semakin besar pada pekerjaan bulu tangkis. Ia kemudian masuk Pelatnas PBSI dan mulai berkompetisi di beragam turnamen junior maupun internasional.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·