Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mendadak mundur dari jabatannya pada Senin (27/7). Keputusan tersebut diprediksi berakibat pada volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi mengatakan pengunduran diri Perry bakal berakibat krusial pada beberapa hal. Pertama, depresiasi rupiah nan tertekan hingga Rp 18.000 per dolar AS.
"Pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berpotensi memberikan akibat psikologis dan volatilitas jangka pendek pada market finansial Indonesia, Rupiah, IHSG, dan pasar SBN," ungkapnya dalam keterangannya, Senin (27/7).
Secara institusional, Rahma menyebut UU Bank Indonesia telah dirancang untuk menjamin independensi bank sentral agar terhindar dari intervensi politik praktis dalam merumuskan kebijakan moneter.
Dia menilai dampaknya pada pasar finansial di sesi perdagangan hari ini kemungkinan besar bakal merespons dengan tingkat kehati-hatian (wait and see) nan tinggi. Menurutnya, pergantian pucuk ketua bank sentral di tengah tekanan ekonomi makro dan perubahan nilai tukar dapat memicu spekulasi pasar terhadap arah konsistensi kebijakan moneter selanjutnya.
Kendati demikian, Rahma beranggapan langkah sigap pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI krusial untuk meredam gejolak.
"Keberadaan sosok internal nan selama ini turut merumuskan kebijakan memberikan sinyal kontinuitas dan stabilitas institusional kepada penanammodal domestik maupun asing namun tidak sepenuhnya bisa direspons positif market," jelas Rahma.
Sedangkan pada pasar global, lanjut Rahma, penanammodal asing biasanya memantau ketat aspek kredibilitas dan kesinambungan kebijakan makroekonomi (policy continuity). Reaksi dunia bakal sangat berjuntai pada seberapa sigap pemerintah dan otoritas moneter mengomunikasikan stabilitas transisi.
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan dalam jangka pendek, akibat pengunduran diri Gubernur BI terhadap nilai tukar rupiah bakal relatif terbatas. Faktor nan lebih dominan tetap berasal dari sentimen global, seperti arah kebijakan suku kembang The Fed.
"Pasar bakal menilai apakah proses transisi kepemimpinan dapat berjalan dengan mulus tanpa mengganggu independensi, kredibilitas, maupun konsistensi kebijakan moneter. Apabila perihal tersebut dapat dipertahankan, akibat pengunduran diri gubernur terhadap pasar finansial maupun nilai tukar rupiah diperkirakan hanya berkarakter sementara," ungkapnya.
Yusuf mengatakan, dari sisi domestik, perhatian pasar juga lebih banyak tertuju pada esensial ekonomi dan arah kebijakan pemerintah, dibandingkan semata-mata pada pergantian pucuk ketua BI.
Di sisi lain, penunjukan Destry sebagai pejabat sementara juga memberikan kepastian bagi pasar. Sebab, sosoknya bukan figur baru di BI. Sebagai Deputi Gubernur Senior, menurutnya, Destry mempunyai pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan. Sebelumnya, dia juga mempunyai rekam jejak nan kuat sebagai ekonom.
"Dengan latar belakang tersebut, pasar condong memandang proses transisi ini sebagai kelanjutan kebijakan, bukan perubahan nan drastis. Karena itu, respons pelaku pasar terhadap pergantian kepemimpinan ini kemungkinan bakal tetap kondusif," jelas Yusuf.
Persepsi penanammodal asing, lanjut dia, bakal lebih konsentrasi pada kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem finansial alih-alih siapa nan bakal menjabat di pucuk pimpinan.
Selain itu, koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah juga bakal menjadi sorotan. Menurut Yusuf, di tengah ketidakpastian ekonomi global, sinergi kebijakan moneter dan fiskal sangat diperlukan, tidak hanya untuk menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga untuk menopang pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan.
"Selama koordinasi tersebut tetap terjaga dan arah kebijakan BI konsisten, saya memandang pergantian gubernur tidak bakal mengubah kepercayaan penanammodal secara signifikan," tegas Yusuf.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·