Perpustakaan Hadapi Tantangan Zaman, Waka MPR Dorong Kolaborasi

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menghadiri peringatan Hari Kunjung Perpustakaan hari ini. Ia menilai momen tahunan ini kudu dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

"Pengalaman di beragam wilayah menunjukkan bahwa revitalisasi nan melibatkan komunitas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan bisa mempercepat transformasi ruang baca menjadi destinasi nan diminati," ujar Rerie dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Hari Kunjung Perpustakaan pertama kali ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 14 September 1995. Penetapan tersebut bermaksud meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alih kegunaan rumah dinas Bupati Jepara menjadi bagian dari Museum Kartini nan relatif sigap merupakan corak kerjasama nan kuat semua pihak mengenai dalam mewujudkannya," ungap Rerie.

Rerie berambisi kerjasama tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam pembangunan sektor kebudayaan nasional. Upaya ini krusial dilakukan mengingat perpustakaan dan museum menghadapi tantangan serupa dalam menarik minat kunjungan masyarakat.

Data Perpustakaan Nasional 2025 mencatat jumlah perpustakaan di Indonesia mencapai 219.415 unit. Jumlah itu terdiri dari 155.904 unit perpustakaan di lingkungan SD hingga SLTA dan sederajat, 54.344 unit perpustakaan umum (di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan).

Selain itu, terdapat pula 5.833 perpustakaan unik (di lembaga pemerintah, non-pemerintah, dan rumah ibadah), serta 3.335 perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Berdasarkan sumber nan sama, jumlah perpustakaan terakreditasi sebanyak 14.774 perpustakaan (6,73%) dan perpustakaan nan belum terakreditasi mencapai 204.641 (93,27%).

Tantangan tersebut kudu dijawab dengan upaya penguatan di sejumlah sektor dan tidak bisa diwujudkan sendiri-sendiri. Menurut Rerie, diperlukan komitmen lintas sektor untuk memastikan ruang-ruang pengetahuan itu tetap hidup dan diakses masyarakat luas.

"Kolaborasi kuat semua pihak mengenai sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya sebagai bagian upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi secara luas," pungkas Rerie.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News