Pengurus Perhimpunan INTI(MI/HO)
PERHIMPUNAN Indonesia Tionghoa (INTI) secara resmi menetapkan arah baru organisasi untuk periode kepengurusan 2026–2030. Dengan mengusung semangat inklusivitas dan nasionalisme, organisasi ini menyiapkan sedikitnya 26 program kerja baru nan berfokus pada penguatan kontribusi nyata bagi masyarakat luas serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Agenda strategis ini menjadi landasan bagi kepengurusan baru nan dijadwalkan dilantik di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026). Mengusung tema “Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri”, pelantikan ini mencakup jejeran Pengurus Pusat hingga Daerah masa hormat 2026–2030.
Ketua Umum PP INTI terpilih, Indra Wahidin, menegaskan bahwa Inti berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah.
"INTI datang sebagai rumah besar nan mengedepankan persatuan, toleransi, dan gotong royong. Kami mau memperkuat kontribusi nyata dengan tagline Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen," ujar Indra di Kantor Perhimpunan INTI, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Fokus Klaster Program: Pendidikan hingga Ekonomi Kreatif
Memasuki usia ke-27, INTI melakukan transformasi program melalui beberapa klaster utama. Di bagian pendidikan, program unggulan Beasiswa Pelangi bakal ditingkatkan cakupannya hingga jenjang S1, S2, dan S3. Selain itu, INTI menjalin kerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk mencetak kader pemimpin nan berwawasan kebangsaan.
Di sektor kesehatan, INTI konsisten menjalankan tindakan kemanusiaan. Salah satu agenda terdekat adalah operasi katarak di Sumenep, Madura, pada 3–6 Agustus 2026. Hingga saat ini, total pasien nan telah terlayani melalui beragam rangkaian bakti sosial kesehatan INTI mencapai puluhan ribu orang.
Data Capaian dan Target Program INTI
| Pendidikan | 1.400 Penerima Beasiswa Pelangi | Pengembangan Beasiswa S1, S2, & S3 |
| Kesehatan | 34.000 Pasien Operasi Katarak | Perluasan jangkauan hormat sosial daerah |
| Ekonomi | Kerja sama Bulog & UMKM Fair | Penguatan Ekonomi Kreatif & UMKM |
| Organisasi | 18 Provinsi & 80 Cabang | Konsolidasi Nasional & INTI Award |
Konsolidasi dan Transformasi Digital
Ketua Harian PP INTI, Ulung Rusman, menjelaskan bahwa penguatan struktur organisasi di tingkat wilayah menjadi prioritas untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Hal ini dibarengi dengan upaya regenerasi melalui sayap organisasi GEMA INTI (pemuda) dan PINTI (perempuan).
Sekretaris Jenderal PP INTI, Hardy Stefanus, menambahkan bahwa organisasi sekarang tengah beradaptasi dengan transformasi digital. Penggunaan media sosial dan produksi podcast bakal menjadi kanal utama untuk berinteraksi dengan publik dan menyosialisasikan program kerja secara lebih efektif.
Selain penguatan internal, INTI juga konsentrasi pada hubungan people-to-people. Kolaborasi lintas komunitas, termasuk dengan organisasi Muslim dan pertukaran budaya internasional, terus diperkuat untuk menegaskan bahwa keberagaman adalah modal sosial terbesar Indonesia dalam menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Dengan kepemimpinan dr. Indra Wahidin, Ulung Rusman, dan Hardy Stefanus, INTI berkomitmen menjadikan periode 2026–2030 sebagai era karya nyata nan inklusif bagi seluruh komponen bangsa. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·